Skip to content

20 Hal yang Perlu Diketahui Pesepeda Motor Saat Mudik

30 Juni 2016

mudik1_fajar

SEPEDA motor merupakan kendaraan paling banyak terlibat kecelakaan dalam musim mudik Lebaran. Tahun 2015, sekitar 66% kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor. Artinya, kita para pesepeda motor mesti terus ekstra waspada.

Berikut ini adalah sejumlah tips bagi pemudik yang menunggang sepeda motor guna memperkecil peluang terjadinya kecelakaan, sekaligus memperkecil risiko fatalitas jika terjebak petaka jalan raya;

Faktor Manusia:
1. Kesehatan fisik. Pantang bersepeda motor dalam kondisi sakit. Kita tahu, saat tubuh tidak bugar konsentrasi bakal terganggu. Padahal, tanpa konsentrasi mustahil berkendara dengan baik. Karena itu, yang termasuk dihindari adalah berkendara setelah minum obat. Tak perlu memaksakan diri.
2. Stabilitas emosi. Keletihan, dehidrasi, debu, asap, cuaca panas, kemacetan, hingga kebisingan suara kendaraan, bisa memicu stress. Kondisi tersebut bisa memicu emosi tidak stabil. Redam emosi berlebihan dengan tetap menjaga kebugaran dengan beristirahat yang cukup dan fokus dalam berkendara. Abaikan jika ada provokasi dari pengguna jalan yang lain. Pertebal rasa sabar. Kita mencari selamat sampai tujuan. Bukan selamat sampai duluan.
3. Kuasai teknik berkendara yang aman dan selamat. Mulai dari menjaga jarak, saat mendahului secara aman, hingga mengerem yang aman dan selamat.

Faktor Kendaraan:
1. Servis kendaraan. Sepeda motor diservis sebelum dipakai untuk menempuh jarak ratusan kilometer. Pemeriksaan kondisi mesin lebih terjamin. Datangi bengkel dan minta diperbaiki kerusakan sekecil apapun. Servis dilakukan setidaknya tiga hari sebelum bepergian.
2. Periksa ulang jelang keberangkatan dan setiap beristirahat. Kondisi yang harus dicek mulai bahan bakar minyak (BBM), kondisi tekanan angin pada ban, kualitas kanvas rem, rantai, lampu-lampu, standar motor, kondisi oli, kaca spion, hingga busi.
3. Kelengkapan surat kendaraan. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pastikan dibawa dan sebaiknya dalam kondisi tidak telat pembayaran pajaknya.

Faktor Lain:
Pastikan senantiasa berdoa sebelum menempuh perjalanan memohon keselamatan kepada Sang Pencipta. Selain itu, perhatikan hal-hal sebagai berikut;
1. Surat Izin Mengemudi (SIM). Pastikan SIM masih berlaku. SIM mati bisa kena tilang. Tentu amat merepotkan untuk mengikuti sidang di kota yang jauh dari tempat tinggal kita.
2. Perlengkapan keselamatan. Pastikan helm yang dipakai memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menutupi seluruh wajah (full face). Gunakan sepatu menutupi mata kaki, lebih direkomendasikan yang tidak memakai tali. Selain itu, gunakan jaket cukup tebal yang melindungi terpaan angin serta yang berwarna mencolok agar mudah dilihat. Serta, gunakan sarung tangan dan membekali diri dengan jas hujan.
3. Obat-obatan. Untuk berjaga-jaga, bisa membekali diri dengan obat luka luar atau obat gosok menghilangkan rasa pegal.
4. Peta dan rute. Fahami rute yang bakal dilintasi, termasuk mungkin juga jalur alternatifnya.
5. Ponsel. Nomor-nomor penting terkait panggilan darurat, mulai kerabat, kantor polisi, hingga rumah sakit di rute yang dilintasi.
6. Uang receh. Pecahan Rp 1.000 hingga Rp 5.000 bisa bermanfaat untuk membayar uang parkir hingga jasa toilet di SPBU.
7. Barang bawaan. Beban berat membuat keseimbangan pemotor bisa terganggu. Daya reflek dan manuver pun bakal kurang nyaman, terlebih jika harus berhenti mendadak atau menghindari benturan. Jika memungkinkan, ada baiknya sebagian barang bawaan dipaketkan via perusahaan kurir guna mengurangi beban.
8. Penumpang. Demi keselamatan di jalan, jumlah penumpang dan pengendara sebaiknya tak lebih dari dua orang.
9. Jadwal istirahat. Tentukan waktu istirahat secara berkala setidaknya dua jam sekali.
10. Pilih tempat istirahat. Istirahat bisa dimanfaatkan untuk mengisi BBM, buang air kecil, ibadah sholat, atau tidur sesaat 15-30 menit. Bisa memanfaatkan SPBU, rumah makan, atau posko-posko yang biasanya bertebaran selama arus mudik dan balik.
11. Teman perjalanan. Agar perjalanan lebih aman, bisa berkelompok dua atau tiga motor. Manfaat teman perjalanan juga bisa mengurangi rasa jenuh selama berkendara.
12. Waktu bepergian. Pilih waktu yang tepat, misalnya, seusai sholat subuh. Perjalanan di pagi hari lebih baik ketimbang di malam hari yang biasanya diserang rasa kantuk.
13. Tidur yang cukup. Pastikan sebelum berkendara, terlebih rute jarak jauh, sang pengemudi sudah cukup tidur, yaitu berkisar 6-8 jam.
14. Fahami aturan yang ada. Aturan lalu lintas jalan penting difahami agar perjalanan, aman, nyaman, dan selamat. Tentu, selain difahami juga harus dipraktikkan.

Semoga ikhtiar yang dijalankan bisa membuat perjalanan mudik dan balik Lebaran lebih nyaman dan selamat. Tak ada yang lebih indah kecuali melihat senyum keluarga tercinta di rumah. Keselamatan untuk semua pengguna jalan. Selamat mudik. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: