Skip to content

Kecelakaan Gara-gara Menelepon Melonjak Drastis

29 Juni 2016

berponsel mengemudi1

SAAT menjadi pembicara dalam diskusi keselamatan berkendara, di Jakarta, baru-baru ini, saya bertanya kepada para peserta soal berponsel. Pertanyaan saya, apakah kalian akan menerima panggilan telepon seluler (ponsel) sambil mengemudi?

Nyaris semua peserta menjawab tidak sudi menerima panggilan masuk tersebut. Oh ya, para peserta adalah dari kalangan kelompok pesepeda motor di Jakarta.

Dalam diskusi juga mencuat bahwa risiko menerima panggilan telepon tidak sebanding dengan apa yang diperbincangkan. Maksudnya, ketika menerima telepon konsentrasi berkendara menjadi buyar dan menimbulkan kecelakaan lalu lintas jalan, bisa runyam semua urusan. Karena itu, solusinya adalah dengan menepikan kendaraan, barulah kemudian menerima panggilan yang masuk.

Setidaknya ketika seseorang menerima panggilan masuk sambil mengemudi bisa membuat laju kendaraan melambat. Padahal, saat itu arus kendaraan sedang normal sehingga amat mengganggu pengguna jalan yang lain. Kalau sudah begini, perilaku berponsel sambil mengemudi bisa masuk kategori perilaku memalukan.

Fakta data yang mencuat di Korlantas Mabes Polri terlihat bahwa pada semester pertama 2015 kasus kecelakaan yang dipicu menerima panggilan telepon prosentasenya melonjak. Tidak tanggung-tanggung, lonjakannya mencapai sekitar 124% dibandingkan dengan periode sama setahun sebelumnya.

Sebaliknya, kecelakaan yang dipicu oleh aktifitas menelepon, yakni membuat panggilan keluar justeru merosot. Besaran penurunan aspek yang satu ini mencapai sekitar 20%.

Apakah artinya orang sudah mampu menahan diri untuk tidak menerima panggilan ketimbang untuk membuat panggilan telepon keluar? Atau kesadaran untuk tidak berponsel sudah semakin membaik di tengah masyarakat kita?

Jangan kaget kalau jumlah ponsel yang beredar di Tanah Air kita kini sudah mencapai sekitar 320 juta unit. Sekitar 100 juta diantaranya masuk kategori telepon cerdas alias smartphone. Lantas, kalau setiap hari rerata ada dua kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu oleh aktifitas berponsel, bukan berarti kita tenang-tenang saja. Justeru kita mesti kian waspada, termasuk terus menahan diri tidak berponsel sambil mengemudi. Sekali lagi, aktifitas itu bisa masuk kategori perilaku yang memalukan. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: