Skip to content

Pemangku Kepentingan Mudik Diminta Terus Bersinergi

26 Juni 2016

narsum diskusi 2016

KECELAKAAN lalu lintas jalan yang melibatkan sepeda motor selama mudik Lebaran 2015 mencapai 3.633 kasus, stagnan dari 2014. Sepeda motor masih menjadi penyumbang kecelakaan tertinggi, dengan porsi 66% dari total 5.514 kasus.

Berdasarkan data Korlantas Mabes Polri, kecelakaan mudik tahun lalu naik 7% dari 2014 sebanyak 5.144 kasus. Pertumbuhan kecelakaan terbesar dicetak kendaraan khusus sebesar 468% menjadi 108 kasus, kendaraan tidak bermotor 187% menjadi 284 kasus, dan mobil penumpang 38% menjadi 871 kasus. Adapun kasus kecelakaan bus turun 127% menjadi 218 kasus.

Sementara itu, korban meninggal dunia turun 11% menjadi 646 orang dari 722 orang. Meski turun, jumlah itu masih terbilang tinggi. Sebab, dalam sehari selama periode mudik, rata-rata korban meninggal mencapai 40 orang.

Menurut saya, lebih rendahnya korban meninggal selama mudik dibanding hari biasa disebabkan adanya koordinasi antarinstansi pemerintahan. Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk mengawal mudik Lebaran. Bahkan, kementerian perhubungan (kemenhub) berani menyediakan Rp 20 miliar untuk program mudik gratis tahun 2016.

Oleh karena itu, koordinasi ini harus diteruskan sepanjang tahun agar kasus fatalitas bisa ditekan. Selain itu, manajemen keselamatan mudik perlu ditingkatkan. Alasannya, meski dalam tren turun, kasus kecelakaan yang memicu fatalitas selama mudik masih cukup tinggi.

peserta dan pembicara

Tentu saja, masyarakat pun harus mampu melindungi diri dengan manajemen perjalanan mudik yang sehat dan tepat.

“Tapi, kenapa sinergi para pemangku kepentingan tidak diterapkan dalam keseharian,” tanya Fiyan, dari komunitas Kopdar Pengicau, dalam diskusi Jurus Perlindungan Keselamatan Mudik di Jakarta, Sabtu, 25 Juni 2016.

Diskusi digelar oleh Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) bekerjasama dengan Independent Bikers Club (IBC) dan Kopdar Pengicau.

Turut hadir dalam acara ini Kombes Kanton Pinem, Kasubbid Dikpen Biddikmas Korlantas Polri, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor (Aisi), dan Direktur Pembinaan Keselamatan Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub, Eddi.

Pemangku kepentingan keselamatan jalan yang hadir dalam diskusi itu sontak membantah soal tidak adanya sinergi dalam keseharian. “Sinergi itu ada tapi tidak tampak karena tidak diberitakan media,” ujar Kanton Pinem.

Kanton Pinem menyatakan, untuk keselamatan, pemudik diminta melaksanakan Tri Siap, yakni siap mematuhi aturan, siap kondisi fisik, dan siap kondisi kendaraan. Aturan yang perlu dipatuhi antara lain menggunakan helm dan penumpang tidak lebih dari satu.

“Adapun siap kondisi fisik berarti kondisi fisik sehat, tidak sakit, lelah, ngantuk, minum obat ngantuk, dan mabuk alkohol. Pemudik juga perlu mengecek rem, lampu, ban, tekanan angin, spion, dan wiper kendaraan,” papar Pinem.

Gunadi Sindhuwinata menyatakan, pabrikan motor telah melakukan uji teknis ketat sepeda motor yang hendak dijual, yang meliputi laboratorium emisi gas buang, pengujian kebisingan, akselerasi, dan idle test. Khusus untuk mudik, beberapa anggota Aisi juga menggelar mudik dan balik bareng. Pemilik sepeda motor diangkut bus, sedangkan motornya diangkut truk.

pembicara dan peserta

Di sisi lain, melalui diskusi itu, Jarak Aman dan IBC berharap dapat berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan selama mudik. Kegiatan ini dibarengi dengan aksi turun ke jalan untuk menyosialisasikan kampanye keselamatan jalan (road safety) denga membagikan flyer, membentangkan spanduk, dan membagikan takjil kepada para pemudikdi Pangkalan Jati, Kalimalang, Jakarta Timur. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: