Skip to content

Tujuh Alasan Pemudik Bersepeda Motor Melonjak 50%

22 Juni 2016

motor pinem

KEMENTERIAN perhubungan (kemenhub) memperkirakan jumlah pemudik Lebaran 2016 melonjak hingga 50%. Bila periode sama 2015 sekitar 3,7 juta unit, kini jumlahnya ditaksir mencapai 5,6 juta unit. Kenapa?

Adalah Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan sendiri yang membeberkan empat alasan kenapa terjadi lonjakan tersebut. Di luar empat alasan sang Menteri, saya memperkirakan ada tiga alasan lainnya seperti di bawah ini.

Oh ya, alasan sang Menhub seperti dilansir kantor berita Antara, Senin, 20 Juni 2016 saya urutkan dari nomor satu hingga nomor empat. Selebihnya, hingga nomor tujuh adalah sebatas pengamatan sehari-hari.

Pertama, jumlah sepeda motor kian banyak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, saat ini sedikitnya ada sekitar 92 juta sepeda motor di Indonesia. Saking banyaknya sepeda motor, sulit mengatur atau membatasi penggunaan si roda dua untuk alat angkutan saat musim mudik Lebaran.

Kedua, tidak tersedianya angkutan umum yang layak di daerah. Maksudnya, ketika pemudik tiba di kampung halaman lalu hendak beranjangsana antara desa atau area, tidak terakomodasi oleh angkutan umum. Sepeda motor yang dibawa dari kota tempat tingga menjadi solusi.

Ketiga, alasan personal, yaitu sebagai tanda kesuksesaan. Ketika berangkat dari desa ke kota untuk merantau seseorang perlu identitas untuk menunjukkan keberhasilannya, salah satunya adalah sepeda motor.

Keempat, alasan personal, seperti berdarmawisata. Berkendara bersama-sama bisa memupus rasa lelah, bahkan menimbulkan semangat kebersamaan tersendiri.

Kelima,
angkutan umum tidak mampu mengakomodasi mobilitas saat mudik dari kota ke desa atau dari kota ke daerah.

Keenam, alasan personal, sepeda motor lebih fleksibel. Kapan pun pesepeda motor hendak berhenti atau dimanapun hendak beristirahat, kendali ada di tangan sang pengendara. Berbeda dengan menggunakan angkutan umum yang harus disesuaikan dengan jadwal angkutan yang bersangkutan.

Ketujuh, lebih murah. Biaya menggunakan sepeda motor dianggap lebih murah dibandingkan dengan menggunakan angkutan umum.

Ada alasan lain? (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. aganwidodo permalink
    22 Juni 2016 19:00

    Kedelapan, terpaksa naik motor. Tiket kereta habis, naik bus berebut, mau ikut mudik gratis eh titik start-nya jauh dari domisili yg mana biaya ke titik start lebih mahal dari ongkos bis, atau jadwal mudik gratis tidak tepat dg saat libur si pemudik. (Pengalaman pribadi, hehe)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: