Skip to content

Ini Sembilan Titik Pengawasan Ganjil Genap Jakarta

21 Juni 2016

macet jakarta gatsu 2015

GENDERANG sudah ditabuh. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menerapkan sistem pelat nomor mobil ganjil dan genap pada 23 Agustus 2016. sistem ini diterapkan setelah Pemprov menghapus sistem Three in One.

Aturan baru tersebut menegaskan bahwa mobil yang wira-wiri di Jakarta akan disesuaikan dengan tanggal kalender. Jika tanggal ganjil, mobil yang boleh beredar adalah kelompok berpelat nomor ganjil. Begitu juga sebaliknya.

Alasan sistem ganjil genap diberlakukan karena sistem ini dianggap mudah difahami. Lalu, proporsionalitas antara jumlah kendaraan genap dengan ganjil relatif seimbang. Selain itu, dinilai akan menghilangkan joki-joki dan eksploitai terhadap anak.

Sebelum diberlakukan akan digelar tahap sosialisasi pada 28 Juni – 19 Juli 2016. Lalu, tahap uji coba 20 Juli – 20 Agustus 2016. Sedangkan tahap pelaksanaan mulai 23 Agustus 2016.

Jam pemberlakuan ganjil genap adalah pukul 07.00 sampai dengan 10.00 dan 16.00 sampai dengan 20.00.

Nah, tahukah Anda dimana saja titik-titik pengawasan atas aturan itu? Ini dia.

“Metode pengawasan mengambil random pada sembilan titik persimpangan beberapa traffic light,” jelas Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto dalam pesan tertulisnya, Senin, 20 Juni 2016.

Ke-9 titik itu mencakup;

1. Simpang Patung Kuda.
2. Simpang Kebon Sirih
3. Simpang Sarinah.
4. Bundaran HI.
5. Bundaran Senayan.
6. CSW.
7. Simpang Kuningan (Kaki Gatot Subroto).
8. Simpang Kuningan (Kaki Mampang).
9. Simpang HOS Cokroaminoto.

Nah, sistem ganjil genap itu sendiri diterapkan di koridor jalan bekas penerapan sistem three in one, namun plus Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan. “Koridor ganjil genap nantinya dijadikan jalan berbayar (electronic road pricing/ERP),” kata dia.

Hal itu mengingat kebijakan ganjil genap merupakan transisi sebelum diberlakukannya ERP di sejumlah ruas jalan Jakarta.

Ganjil genap tidak berlaku bagi mobil Presiden dan Wakil Presiden, pejabat tinggi negara, pemadam kebakaran, dan mobil angkutan umum (pelat kuning). Selain itu, angkutan barang dengan dispensasi sesuai Pergub No 5148/1999 tentang Penetapan Waktu Larangan Bagi Mobil Barang.

Menurut Budiyanto, ada empat hal yang harus dipersiapkan dalam rangka penerapan ganjil genap. Ke-4 hal itu mencakup penentuan target keberhasilan dan payung hukum. Lalu, meningkatnya kapasitas angkutan umum (penambahan armada Trans Jakarta). Selain itu, kesiapan petugas dalam penegakan hukum. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 22 Juni 2016 15:22

    lagi lagi….”ember”nya yang dimodif dan diganti….bukan “keran bocor”nya….

    cape deeeeee….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: