Skip to content

Bus Tanpa Sabuk Pengaman Dilarang Beroperasi

20 Juni 2016

bus akap 2016 a

JANGAN macam-macam soal keselamatan penumpang angkutan umum. Saat musim mudik Lebaran tahun 2016, kementerian perhubungan (kemenhub) sampai-sampai bikin ultimatum bahwa kalau tidak memenuhi standard keselematan, bus tidak boleh beroperasi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan saat meninjau persiapan mudik Lebaran di Lampung, baru-baru ini bilang, pihaknya ingin mewujudkan nirkecelakaan (zero accident) selama masa angkutan Lebaran tahun ini. Untuk itu dia meminta para operator bus memenuhi lima aspek dasar keselamatan angkutan jalur darat.

Dia mengatakan, lima aspek dasar yang harus dipenuhi oleh setiap bus antar kota antar provinsi (AKAP) angkutan Lebaran salah satunya adalah alat penunjuk kecepatan (speedometer) harus berfungsi. Lalu, rem termasuk rem tangan harus berfungsi, sabuk pengaman untuk pengemudi harus ada, kaca depan tidak boleh rusak, dan ban tidak boleh gundul.

“Ban depan itu tidak boleh vulkanisir, hanya ban belakang saja yang boleh,” kata Menhub, seperti saya kutip dari laman Antara.

Soal sabuk pengaman di pengemudi hingga kini memang jarang dijumpai adanya fasilitas keselamatan tersebut. Berbeda dengan bus pariwisata atau bus carter di perusahaan tertentu yang tidak hanya pengemudi, di tempat duduk penumpang pun ada sabuk pengamannya. Keren.

Balik lagi soal angkutan Lebaran. Jonan menegaskan, standard keselamatan tersebut harus dipenuhi maksimal 24 Juni, apabila hingga tenggat yang ditentukan belum dipenuhi, bus yang masih bermasalah dilarang beroperasi. “Enggak akan boleh jalan,” tegas dia.

Terkait hasil inspeksi beberapa waktu lalu oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang menunjukkan hanya 20% bus AKAP laik jalan, Jonan mengaku kondisi angkutan darat paling parah dibanding angkutan moda lainnya.

Selain itu, dia menambahkan apabila banyak penumpang yang tidak terangkut karena bus AKAB tidak laik, hal itu jauh lebih baik dibandingkan menanggung risiko yang lebih besar. “Pilih mana, tidak berangkat apa tidak pernah sampai,” katanya.

Namun, saat ini, dia mengatakan, telah menerapkan pengecekan berkala “ramp check” secara keseluruhan dan bukan sampel seperti tahun lalu. “Ini pengaruhnya sangat besar untuk keselamatan karena dicek satu-satu,” katanya.

Jonan mengatakan, terkait jaminan ketersediaan angkutan umum di daerah, hal tersebut merupakan tanggung jawab masing-masing pemda.

Pasalnya, salah satu alasan pemudik membawa sepeda motor ke kampung halamannya karena ketersediaan akan angkutan umum dinilai belum layak. “Itu masing-masing daerah, coba tanyakan saja, kecuali kalau tanggung jawab angkutan daerah diserahkan ke pusat, ” katanya. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 20 Juni 2016 03:13

    Wah foto nya pemain jalur Selatan Jawa barat 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: