Skip to content

Hal Ini yang Membuat Pesepeda Motor Pilih Memakai Sandal

16 Juni 2016

banjir kramat jati

HUJAN mulai mengguyur bumi. Lalu lintas jalan pinggiran Jakarta sedang ramai-ramainya siang itu. Para pesepeda motor sebagian memilih berteduh. Mereka ada yang berteduh sesaat untuk memakai jas hujan, tapi ada yang berteduh hingga hujan benar-benar reda.

Berteduh menjadi pilihan bijak ketika hujan deras mengguyur bumi. Ketimbang menghadapi tantangan dinginnya suhu udara akibat diguyur hujan, pandangan yang terhalang, belum lagi genangan air yang membingungkan, berteduh adalah pilihan paling cocok. Namun, cerita menjadi lain ketika ada hal mendesak sehingga terpaksa melanjutkan perjalanan di tengah hujan deras. Entah demi kepentingan mencari rezeki atau demi urusan super penting lainnya.

Pada siang itu ketika kami terpaksa berteduh di parkiran sebuah ruko di Jakarta Selatan, tampak beberapa pesepeda motor yang punya cara tersendiri. Sebelum memakai jas hujan, tiga dari pesepeda motor yang ada di dekat saya memutuskan mengganti sepatunya dengan sandal jepit. Sepatu lantas dibungkus plastik dan dimasukkan ke dalam tas. Tapi, ada juga yang menyimpan sepatunya di boks yang ada di sepeda motor.

“Supaya sampai kantor tidak basah mas,” sergah salah seorang pesepeda motor ketika kami berbincang, suatu siang di Jakarta Selatan, awal 2016.

Dia mengaku siang itu harus ke kantor dan kalau sepatunya basah saat di kantor membuat dirinya tidak nyaman. Masuk akal, bersepatu yang basah bisa membuat yang bersangkutan masuk angin.

Alasan serupa pernah dilontarkan oleh kolega saya di kantor ketika menjelaskan kenapa sepatunya diganti sendal jepit. Bedanya, saat itu dia memakai sandal ketika hendak kembali ke rumah seusai bekerja seharian. “Supaya sepatunya nggak basah aja,” selorohnya enteng.

Perempuan muda itu menunggang sepeda motor skutik. Sepatunya dimasukkan ke dalam tas, dan dia melenggang memakai sendal jepit menuju rumah.

Yah, alasan agar sepatu tidak basah memang terdengar klasik. Pesepeda motor lebih memilih memakai sandal ketimbang sepatunya basah. Untuk alasan yang satu ini solusi yang ditempuh oleh beberapa pesepeda motor yang saya kenal adalah pertama, dengan memakai sepatu boot terbuat dari karet. Maksudnya, ketika cuaca hujan terus menerus, dia mengantisipasi dengan memakai sepatu boot.

Pilihan kedua, sepatu kerja di taruh di loker kantor. Sedangkan untuk menempuh perjalanan memakai sepatu boot. Butuh motivasi tersendiri untuk pilihan yang kedua ini.

“Daripada celaka dan kedinginan saat naik motor, mending saya pakai sepatu boot,” seloroh kolega saya yang lain. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 16 Juni 2016 04:04

    Yg terakhir itu yg joss
    https://78deka.com/2016/06/16/recall-dan-blog-yang-membahasnya/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: