Skip to content

Ketemu Mobil Pejabat yang Tidak Minta Prioritas

14 Juni 2016

pelat rfs menperin

Contoh pelat nomor mobil pejabat

SORE merangkak menuju malam. Jarum jam belum lagi menunjukkan angka 19.00 WIB. Arus kendaraan ramai lancar.

Menjelang perempatan Kuningan, persisnya yang dari arah Pancoran menuju Semanggi, Jakarta Selatan arus kendaraan juga terlihat ramai lancar. Sebagian kendaraan bermotor melintas di atas fly over mengarah ke Semanggi, sebagian lagi mengambil jalur bawah, terutama yang hendak ke kawasan Rasuna Said alias Kuningan, Jakarta Selatan.

Dari kejauhan, selepas dari perempatan Pancoran menuju Kuningan, saya melihat sebuah mobil dikawal sepeda motor besar milik Kepolisian RI. Sepeda motor pengawal tadi menyalakan lampu strobo berwarna biru. Sepeda motor tadi sesekali membunyikan klakson untuk mengingatkan pengguna jalan yang lain. Di belakangnya mobil sedan berwarna gelap melenggang dengan kecepatan normal.

Posisi saya ada di belakang mobil yang kalau tidak salah ingat berpelat nomor B 1941 RFS. Saya tidak sempat memotret mobil tersebut. Seingat saya pelat nomor itu merupakan bagian dari mobil dinas pejabat tinggi. Pasalnya, saya pernah melihat pelat nomor sejenis di salah satu rumah dinas di kompleks kementerian di bilangan Jakarta Selatan.

Hal yang menarik perhatian saya adalah mobil itu melaju lazimnya pengguna jalan yang lain. Seakan memperlihatkan bahwa semua pengguna jalan mempunyai hak yang sama. Saat macet, antre.

Pemandangan itu saya lihat ketika memasuki perempatan Kuningan, Jakarta Selatan. Posisi kami persis di ujung perempatan yang bila berbelok ke kanan memasuki kawasan elit Kuningan, Jakarta Selatan. Mobil dengan pengawal tadi tetap antre. Dia tidak minta prioritas. Ketika itu lampu pengatur lalu lintas jalan berwarna merah.

Ketika lampu berwarna hijau yang artinya pengguna jalan boleh melaju, mobil dengan pengawal tadi baru melaju. Begitu juga dengan kendaraan lainnya, tentu termasuk saya yang berada di belakang mobil tersebut.

Mobil pejabat tinggi yang tidak meminta prioritas itu barangkali memahami perasaan pengguna jalan lainnya. Saat kendaraan bermotor tumpah ruah dan kemacetan menggila, dia tetap antre seperti rakyat biasa. Bisa jadi juga inilah penerapan makna penting dan genting. Permintaan prioritas di jalan bermakna sang peminta prioritas dalam kondisi genting. Saking gentingnya, dia harus didahulukan dari orang kebanyakan.

Ngomong-ngomong, sekalipun turut antre dan tidak minta prioritas, mobil pejabat tadi saya lihat menyalakan lampu hazard. Entah apa maksudnya. (edo rusyanto)

7 Komentar leave one →
  1. 14 Juni 2016 00:13

    Lah mungkin lagi nyari muka aja bos

    • 14 Juni 2016 11:43

      hilang dimana tuh mukanya?😦

  2. ongolongol permalink
    14 Juni 2016 07:26

    semoga bukan oknum, atau memang orangnya rendah hati

    • 14 Juni 2016 11:44

      semoga ada budaya baru. amiiin

  3. 14 Juni 2016 08:37

    bagus… bagus……
    https://78deka.com/2016/06/14/inilah-kenapa-biker-masih-gemar-bebek/

  4. 14 Juni 2016 13:35

    Lampu hazard saat jalan? Mungkin mau membelah diri dan masing-masing bagian belok kiri dan kanan. Hehe, nice share Pak!

    • 14 Juni 2016 14:15

      iyah, itu agak mengganjal pikiran saya. hazard. duh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: