Skip to content

Tiap Motor Wajib Setor Rp 100 Ribu

13 Juni 2016

angkut motor di truk2

INDONESIA dikenal sebagai negara ketiga terbesar produsen sepeda motor setelah Tiongkok dan India. Negeri yang dikenal punya 17 ribuan pulau ini justeru gemar menunggang kuda besi ketimbang naik sampan.

Tahukah Anda bahwa untuk memproduksi sepeda motor ada sejumlah pungutan yang ditarik oleh negara? Bahkan, setiap satu sepeda motor yang diproduksi mesti nyetor Rp 50 ribu.
Pungutan itu merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) No 15 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Pendapatan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Perhubungan. PP yang diundangkan pada 27 Mei 2016 itu berlaku 30 hari sejak diundangkan.

Oh ya, PP tersebut mencabut PP serupa, yakni PP No 11 tahun 2015.
Lantas, apa saja pungutan itu dan berapa besarnya? Ini dia.

Pertama, Uji Tipe Lengkap.
Di bawah ini adalah pungutan untuk pengujian tipe lengkap kendaraan bermotor jenis sepeda motor menggunakan bensin/gas. Sedangkan untuk motor listrik minus uji CO dan uji emisi.
Tarif diberlakukan untuk sekali uji.
a. uji rem Rp 890.000
b. uji lampu utama Rp 765.000
c. uji speedo meter Rp 745.000
d. pemeriksaan konstruksi Rp 445.000
e. uji CO-HC Rp 745.000
f. uji klakson Rp 565.000
g. pengukuran berat kendaraan bermotor Rp 430.000
h. pengukuran dimensi Rp 660.000
I. uji track lapangan Rp 1.208.000
j. uji kebisingan R 41 Rp 2.000.000
k. uji emisi gas buang euro 2 ;
1). ECE R40 >50cc Rp 4.000.000
2). ECE R47 50cc Rp 4.000.000
2). ECE R47 <50cc Rp 3.900.000
I. uji emisi gas buang Euro 3
1). ECE R40 EUDC (extra urban driving cycle) Rp 4.850.000
2). WMTC (worldwide harmonized motorcycle emission test cycle) Rp 5.000.000.

Ketiga, penerbitan Sertifikat Uji Tipe (SUT) Rp 50 juta per sertifikat
Keempat, pengujian tipe rancang bangun kendaraan bermotor Rp 10 juta per surat pengesahan.
Kelima, perbitan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) Rp 100 ribu per sertifikat
Keenam, pemeriksaan fisik kendaraan Rp 1.735.000 per varian.

Ngomong-ngomong, kalau SRUT Rp 100 ribu dipungut per unit, PNBP dari sepeda motor bisa berkisar Rp 700-800 miliar per tahun. Angka itu, dengan asumsi produksi sepeda motor berkisar 7-8 juta unit per tahun. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. SEN25 permalink
    15 Juni 2016 04:00

    Koq kayak pemerasan oleh negara yah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: