Skip to content

Nyalip di Tikungan? Jangan Sampai Seperti Ini

12 Juni 2016

IMG-20160529-WA0084

MENDAHULUI alias nyalip di tikungan memang mengasyikan jika di sirkuit balap motor. Itu pun ada aturan yang mesti diikuti. Bukan asal nyalip cuma demi trophy.

Dalam ajang adu kebut di sirkuit, para pebalap kerap memanfaatkan tikungan untuk pijakan memenangi pertarungan. Coba saja simak adu kebut di MotoGP yang disiarkan setiap dua minggu sekali di stasiun TV swasta. Kalau diperhatikan dengan seksama, ternyata saat di tikungan itu bukan semata butuh ketrampilan maksimal, melainkan juga butuh nyali gede.

Berbeda dengan di jalan raya, apalagi yang pergerakan kendaraannya dua arah, risiko lebih tinggi. Tak perlu menguji nyali bak di sirkuit kecuali memang urat malu dan urat takutnya sudah jebol.
Jalan raya punya lebih banyak potensi bahaya. Hal itu dimungkinkan setidaknya karena beragamnya pengguna jalan, sekaligus ketrampilan berkendara yang berbeda-beda dan perilaku yang berbeda. Melihat kondisi seperti itu rasanya tak perlu bereksperimen nyalip di tikungan, kecuali mau mikul risiko tinggi seperti di rekaman video ini.

Rekaman yang diunggah ke media sosial youtube beberapa tahun lalu itu membuka mata kita soal tingginya risiko nyalip di tikungan. Kita tidak pernah tahu ada kendaraan lain atau tidak dari arah berlawanan. Pastinya garis putih menyambung yang ada di tikungan itu sudah menjadi isyarat bahwa jalur itu dua arah berlawanan.

Rekaman video ini memperlihatkan bagaimana pesepeda motor yang nyalip bus di tikungan dengan kecepatan tinggi, tapi dari arah berlawanan muncul motor lainnya. Kecelakaan pun tak terhindarkan. Brakkkkk!!!!

Rasanya kita patut saling mengingatkan tentang risiko nyalip di jalan raya. Risiko terlibat kecelakaan lalu lintas jalan sudah di depan mata. Belum lagi risiko menghadapi persoalan hukum. Maklum, ketika nyalip di tikungan dan melibas marka jalan garis putih menyambung menempatkan penyalip sebagai pelaku kecelakaan lalu lintas jalan. Kalau sudah begini lebih runyam urusannya.
Sekadar menyegarkan ingatan kita, melanggar marka dan rambu bisa kena semprit. Pilihannya bisa denda maksimal Rp 500 ribu atau pidana penjara maksimal dua bulan.

Tunggu dulu, kalau kemudian menjadi pelaku atau pemicu kecelakaan lebih repot lagi. Bisa jadi sudah menderita luka dan menanggung kerugian akibat barang yang rusak, tapi juga harus menanggung hukuman pidana penjara. Benar-benar runyam urusannya. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 12 Juni 2016 16:10

    mengendarai motor itu mudah…. berkendara di jalan itu hal yg sulit
    https://78deka.com/2016/06/12/unboxing-belah-duren-hp-blackview-omega-pro/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: