Skip to content

Kecepatan Motor di Jakarta Terus Menurun

9 Juni 2016

busway gatsu dilibas kejepit

PERNAHKAH mengukur berapa kecepatan rata-rata kendaraan Anda? Atau, waktu tempuh rata-rata perjalanan harian Anda?

Tahun 2016, saya mencoba menghitung rata-rata kecepatan laju kendaraan bermotor dengan bantuan aplikasi ‘T-Bike’ di ponsel berbasis android Samsung Galaxy N7000. Lalu, hasilnya saya bandingkan dengan kondisi lima tahun sebelumnya. Ternyata, kecepatan rata-rata sepeda motor yang saya tunggangi kian melambat.

Bila pada 2012 atau lima tahun lalu, rata-rata laju sepeda motor saya pada siang hari sekitar 22,27 kilometer per jam (kpj). Kini, pada 2016, untuk waktu yang sama, rata-rata kecepatannya 20,75 kpj. Artinya, terjadi penurunan sekitar 7%. Hemmm.

Sementara itu, pada malam hari kecepatan rata-rata untuk menempuh jarak yang sama tercatat sekitar 30 kpj pada 2016. Sedangkan saat malam hari, yakni rentang waktu yang sama, pukul 22.00-23.00 WIB, ketika pulang dari kantor menuju rumah, kecepatan rata-rata saya sekitar 29,44 kpj pada 2012.
Oh ya, pada 2012, saya mengukur kecepatan rata-rata dengan ponsel yang sama, namun dengan aplikasi berbeda, yakni ‘My Track’. Sepeda motor yang saya pakai juga berbeda. Pada 2012, saya memakai sepeda motor Yamaha Vixion 150cc bermesin injeksi, sedangkan tahun ini memakai Yamaha Byson 150 cc bermesin karburator.

2016-05-25_09.19.20
Saya menghitung perjalanan rutin dari rumah menuju kantor tempat bekerja dan sebaliknya. Jarak tempuh perjalanan sekitar 20 kilometer. Sedangkan penghitungan dilakukan dalam tiga jenis waktu, yakni siang dan malam hari.

Apakah artinya jumlah kendaraan bermotor terus bertambah padat sehingga arus kendaraan di kota tempat tinggal saya pun jadi kian terseok-seok? Bisa jadi.

Sekadar menyegarkan ingatan kita, jumlah kendaraan bermotor di wilayah Polda Metro Jaya pada 2014 sekitar 17,5 juta unit. Padahal pada 2010, tercatat sekitar 11,9 juta unit. Artinya, jumlah kendaraan melonjak sekitar 47% dalam rentang lima tahun atau setara dengan rerata 9,4% per tahun.

Sementara itu, panjang jalan pada 2014 tercatat 6,95 juta kilometer (km) atau setara dengan sekitar 42 juta meter persegi (m2). Jumlah itu tak berbeda jauh dengan kondisi lima tahun sebelumnya, mengingat pada 2010, panjang jalan tercatat 6,86 juta km. Artinya, dalam rentang lima tahun jumlah panjang jalan di Jakarta sekitar 0,01%. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 9 Juni 2016 06:08

    Ad 1 hal yg ketinggalan mas.. yaitu faktor usia yg jg bertambah dr tahun 2012-2016 hehehe.. semakin bertambahnya usia mgkn akan semakin aware..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: