Skip to content

Menikmati Senja di Sisi PLTU Pelabuhan Ratu

4 Juni 2016

pltu pl ratu1

ANGIN laut berhembus ke daratan. Lembut menerpa wajah. Di langit, awan tipis menutupi senja yang kian terasa romantis.

Suasana di sisi areal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, senja itu, terasa syahdu. Tampak beberapa pasang remaja berpose membelakangi PLTU senilai lebih dari Rp 8 triliun itu. Mereka berdiri di atas tanggul yang membentengi dari serbuan ombak. Ada yang berpose seraya berangkulan, tapi ada juga yang berpose sendirian. Sebagian besar lainnya berfoto bersama di selingi tawa canda khas remaja.

Posisinya yang di tepi pantai Pelabuhan Ratu, membuat PLTU berkapasitas 3×350 megawatt tersebut menjadi tempat yang mengasyikan untuk melewati senja. Pemandangan matahari yang menuju peraduan membawa nuansa tersendiri. “Saya pernah ke PLTU ini tahun 2014, sekarang datang lagi karena pemandangannya indah di kawasan ini,” ujar Alex, pesepeda motor dari Jakarta, saat berbincang dengan saya di areal PLTU, beberapa waktu lalu.

Pemandangan di sekitar PLTU yang terletak di tepi pantai itu cukup memikat. Pada waktu-waktu tertentu kapal tongkang pengangkut batubara merapat untuk memasok kebutuhan batubara PLTU Pelabuhan Ratu tersebut.

Di sekitar lokasi wisata itu oleh warga disediakan tempat parkir untuk sepeda motor sehingga bagi para pengunjung menggunakan mobil harus berjalan kaki. Dari areal parkir, untuk menuju ke tanggul oleh warga dibuatkan semacam jembatan ala kadarnya yang terbuat dari bambu. Sedangkan untuk naik ke atas tanggul, para pengunjung harus menapaki rongga-rongga tanggul yang terbuat dari beton. Butuh kehati-hatian agar tidak tergelincir.

Saat saya singgah ke kawasan itu tampak pemandangan perahu nelayan dan pasir hitam pantai yang mempesona. Mengingat kawasan ini bukan tempat wisata resmi, jadinya tidak dikelola baik. Hanya sejumlah warga setempat yang berjualan minuman dan makanan ringan di gubuk-gubuk yang sederhana. Begitu juga dengan pengelolaan tempat parkir roda dua, dikelola oleh warga dengan tarif sukarela.

Gua Lalay1_IST

Pesona Goa Kekelawar

Tak jauh dari PLTU, masih di kawasan pantai Pelabuhan Ratu yang merupakan ibukota Kabupaten Sukabumi, terdapat Goa Lalay atau Goa Kekelawar. Lokasinya tidak jauh dari pelelangan ikan Pelabuhan Ratu, yakni sekitar tiga kilometer. Jalan aspal menuju lokasi teman tidurnya kekelawar itu mayoritas cukup baik. Sebagian permukaan aspal terlihat mengelupas diterpa cuaca dan beban kendaraan yang melintas.

Wisatawan bisa menjelajah hingga ke dalam goa dan menemui ratusan ribu kekelawar menempel di langit-langit dan dinding goa. Ketinggian langit-langit berkisar 20-30 meter, sedangkan mulut goa lebarnya berkisar 15-20 meter.

Kekelawar akan keluar goa ketika senja mulai tiba, yakni sekitar pukul lima sore dan kembali pada malam hari sekitar pukul sembilan malam. Hewan pemakan buah-buahan itu terbang secara bergerombol. Ketika wisatawan masuk ke dalam goa juga akan menjumpai kotoran kekelawar yang oleh penduduk setempat kini dijadikan pupuk. Kotoran yang mengandung posfor itu dinilai cukup bagus sebagai pupuk kandang bagi tanaman. (edo rusyanto)

foto:dok pribadi dan istimewa

One Comment leave one →
  1. 4 Juni 2016 13:00

    Wah jadi penasaran tempat ini? Kira2 harga tiket masuknya berapa ya kak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: