Skip to content

Pelaku Kecelakaan Usia Muda Melonjak

3 Juni 2016

abg laka motor_patroli1

PELAKU kecelakaan lalu lintas jalan dari kalangan usia muda, khususnya di rentang 21-30 tahun melonjak 15%. Lonjakan itu terjadi untuk periode Januari-Maret 2016 dibandingkan periode sama 2015.

“Umur 21 – 30 tahun menempati rangkin pertama dengan tren naik 15%,” jelas AKBP Budiyanto, kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, dalam pesan tertulisnya, Kamis, 2 Juni 2016 sore.
Pada tiga bulan pertama 2015, pelaku kecelakaan di rentang usia 21-30 tahun tercatat 565. sedangkan periode sama tahun ini 650 orang.

Lalu, lanjutnya, rangking kedua adalah rentang umur 31-40 tahun. Rentang usia ini naik 4%, yakni dari 385 orang menjadi 402 orang. Sedangkan rangking ketika adalah rentang umur 41-50 tahun dengan tren kenaikan 1%, yakni dari 223 menjadi 226 orang.

Budiyanto menjelaskan, dari sisi korban kecelakaan formasinya juga serupa. Posisi teratas umur 21-30 tahun dengan lonjakan 34%, yakni dari 776 menjadi 1.042 orang. Lalu, umur 31-40 tahun dengan lonjakan 25%, dari 474 menjadi 591 orang. Sedangkan umur 41-50 tahun melonjak 19%, dari 306 menjadi 364 orang.

Dia menjelaskan, dari segi profesi korban, kalangan karyawan swasta merupakan yang terbesar. Sepanjang Januari-Maret 2016 tercatat naik 14%, yakni dari 1.790 menjadi 2.035 orang. Lalu, kelompok mahasiswa/pelajar di posisi kedua dengan lonjakan hingga 35%, yakni dari 274 menjadi 371 orang. “Rangking ketiga adalah PNS. Bila pada 2015 sebanyak 30 orang, tahun ini 24 orang atau turun 20%,” paparnya.

Sementara itu, profesi pelaku kecelakaan yang terbanyak juga karyawan/swasta, yakni 1.245 orang atau naik 9% dari 2015 yang 1.144 orang. Kedua terbesar adalah kelompok mahasiswa/pelajar yang naik 10%, yakni dari 145 menjadi 160 orang. “Rangking ketiga adalah PNS. Kelompok ini pada 2015 sebanyak 23 orang, sedangkan 2016 sebanyak 14 atau turun 39%,” kata Budiyanto.

Dari segi kendaraan yang terlibat kecelakaan, sepeda motor masih menempati posisi teratas bahkan tercatat naik 12%, yakni 1.696 menjadi 1.898 kasus. Lalu, minibus dengan kenaikan 5%, dari 404 menjadi 425 kasus. Sedangkan truk menempati ketiga, yakni dari 100 menjadi 134 kasus atau melonjak 34%.

Budiyanto mengaku, pihaknya akan melaksanakan kegiatan pre-emtif berupa sosialisasi tata cara berlalu lintas yang benar. Lalu, kampanye keselamatan berlalu lintas dan menggiatkan safety riding dan safety driving.

Dari sisi preventif, kata dia, pihaknya melakukan penjagaan, pengaturan, dan patroli pada jam-jam rawan macet, kecelakaan, dan pelanggaran. Serta menempatkan strong point yang didukung sarana kendaraan dinas roda dua maupun roda empat. “Kami juga akan terus melaksanakan penegakan hukum yusticial dan non yudicial, yakni sistem tilang dan sidik laka lantas serta tegoran,” tegas dia. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: