Skip to content

Begini Biar Aman Saat Mengemudi ala Jusri Pulubuhu

28 Mei 2016

jusri di mobil123com

KECELAKAAN lalu lintas jalan merupakan persoalan serius. Tragedi itu dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.

Korban terus berjatuhan, bahkan lima tahun terakhir di Indonesia lebih dari 140 ribu jiwa tewas akibat kecelakaan. Di dunia, setiap tahun sekitar 1,25 juta tewas akibat kecelakaan. Mengerikan.
Menurut kolega saya, Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), ada dua kata kunci saat mengemudi di jalan raya, yakni fokus dan mengerti. Keduanya menjadi kata kunci utama keselamatan di jalan raya.

Terkait dengan masalah fokus, dia membeberkan, pastikan kondisi kendaraan telah diperiksa dan yakin semuanya dalam kondisi layak jalan, kondisi kendaraan yang siap membuat perjalanan nyaman, lancar, dan pengemudi tidak stress.

Lalu, tinggalkan segala masalah (mental dan fisik) saat merencanakan mengoperasikan kendaraan bermotor, sesuatu terkait fisik seperti sakit dan keseleo. Meningat hal itu akan membuat keterbatasan gerak dalam mengoperasikan kendaraan. “Masalah keluarga, pekerjaan, finansial yang berat akan mengurangi konsentrasi mengemudi, saat ini kualitas safety akan segera menurun,” paparnya dalam publikasi yang saya terima terkait talkshow Safety Driving, besutan mobil123.com, di Jakarta, baru-baru ini.

Masih soal fokus, tambah dia, upayakan dengan maksimal untuk fokus dengan tugas mengemudi, hindarkan hal-hal yang mendistraksi konsentrasi

Sementara itu, terkait dengan masalah mengerti saat mengemudi, dia menegaskan, melihat tidak selalu linear dengan mengerti. Indikasi mengerti salah satunya, tidak mengerem mendadak, dan tidak melakukan manuver mendadak. Lalu, tidak kaget atas kejadian yang ada dimukanya dan pergerakan kendaraan walaupun tidak terlalu pelan selalu halus. “Bagi penumpangnya mereka merasa nyaman dikemudikan si pengemudi,” jelas Jusri.

Dia menjelaskan, pada bagian mengemudi defensive, mengerti adalah tindakan antisipatif. Ketika indera mata melihat sesuatu, maka pahami objek tersebut.

Semisal, lanjutnya, mata melihat anak kecil yang ada di bahu jalan 50 meter di muka, fahami dia hanya seorang anak kecil yang dapat bergerak atau memutuskan sesuatu dengan seketika tanpa berpikir panjang. Bahkan, menyeberang seketika melintasi badan jalan dimuka tanpa menghiraukan sesuatu yang buruk dapat terjadi.

“Pengemudi yang selalu mengutamakan keselamatan, selain tertib berlalulintas ia memiliki pattern mengemudi antisipatif,” papar dia.

Lalu, selalu mengecek kaca-kaca spionnya kemudian mengerti apa yang tertangkap dengan matanya. Selain itu, memastikan situasi belakang atau samping aman sebelum dia melakukan keputusan sebuah manuver.

Saat bahaya dimuka muncul, ujar Jusri, sebelum mengambil keputusan mengerem atau menghindar, tindakan pengemudi yang memahami ia berada dimana adalah memastikan sisi belakang atau sampingnya aman atau tidak. “Barulah keputusan terbaik dilakukannya, ini adalah indikator mengerti,” ujarnya.

Oh ya, soal talkshow Safety Driving, kolega saya lainnya, Syubhan Akib, redaktur Mobil123.com, mengatakan, pihaknya sebagai salah satu stakeholder memiliki kepentingan dalam menciptakan jalan raya yang lebih selamat, aman dan tertib.

“Seperti kita ketahui bahwa setiap kecelakaan akan menyebabkan kerugian materi yang besar. Jika kecelakaan melibatkan kepala keluarga sehingga dia mengalami cacat tetap atau meninggal bisa menyebabkan pemiskinan di keluarganya,” kata dia. (edo rusyanto)

foto:istimewa

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: