Skip to content

Tiongkok Bikin Shenzhen Rp 190 Triliun di Bekasi

26 Mei 2016

Shenzhen-City_creativitycosmos2

KABAR menyeruak korporasi Tiongkok mau bikin Shenzhen versi Indonesia di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Tiongkok hadir lewat dua korporasinya, yakni Shenzhen Yantian Port Group Co, Ltd dan Country Garden Holdings, Co. Ltd. Sedangkan mitra lokal adalah Group Lippo melalui PT Lippo Cikarang Tbk.

“Kedua perusahaan Tiongkok tersebut sudah lama mengenal Lippo Group dan mereka tertarik untuk bekerjasama,” ujar Direktur/Chief Marketing Officer PT Lippo Cikarang Tbk Stanley Ang di Cikarang, seperti dikutip harian Investor Daily, edisi Rabu, 25 Mei 2016.

Shenzhen versi Indonesia itu nanti namanya adalah Indonesia-Shenzhen Industrial Park.

Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady pernah mengatakan, kawasan koridor timur Jakarta merupakan “Shenzen-nya” Indonesia. Dia mengatakan hal itu mengingat wilayah tersebut padat dengan industri. Keberadaan industri merupakan salah satu pendorong perekonomian nasional, lewat banyaknya perusahaan yang membuka usahanya di kawasan tersebut.

Kehadiran ekspatriat dan investor asing di kawasan industri menjadi pemicu utama berkembangnya industri properti di Cikarang. Saat ini, ada sekitar 4.000 perusahaan yang beroperasi di kawasan industri dengan sekitar 21 ribu ekspatriat. Selain itu, kawasan tersebut juga ditopang oleh pengembangan sejumlah infrastruktur penunjang seperti kereta dan pelabuhan.

Kota Shenzen, Guandong, Tiongkok dikembangkan sebagai Zona Ekonomi Khusus sejak 1 Mei 1980. Kini, di kota yang memiliki luas 2.020 km2 itu sedikitnya terdapat 8.000 industri dengan beragam segmen. Wikipedia menulis, Shenzhen adalah rumah bagi beberapa perusahaan teknologi tinggi yang paling sukses di Tiongkok, termasuk BYD, Konka, Skyworth, Tencent,Coolpad, ZTE, Gionee, TP-Link, DJI,BGI (Beijing Genomics Institute), dan Huawei. Kota bertumbuh dengan pesat dan diwarnai dengan banyaknya gedung pencakar langit.

Stanley mengatakan, Shenzhen Yantian Port Group Co,Ltd dan Country Garden Holdings Co,Ltd akan memberikan kontribusi dan tata cara pengembangan kawasan yang modern. Ke depannya, kawasan ini menjadi kawasan industri yang hebat dan diharapkan menjadi kebangaan antara Indonesia dan Tiongkok.

Kawasan Industri Indonesia-Shenzhen dibangun ke dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama direncanakan awal tahun 2017.

Stanley menjelaskan, sumber pendanaan berasal dari masing-masing perusahaan, walau tidak menutup kemungkinan mencari dana dari pihak luar. “Porsi pendanaan belum boleh di-share, yang jelas ketiga perusahaan terlibat,” ujar dia.

Shenzhen Yantian Port Group Co, Ltd adalah perusahaan asal Tiongkok yang memiliki dan mengoperasikan pelabuhan kontainer terbesar serta layanan logistik terpadu, Shenzhen dipimpin oleh Tong Yaming. Sedangkan Country Garden Holding Co, Ltd adalah perusahaan properti terbesar yang berbasis di Guangdong, perusahaan ini sudah banyak mengembangkan kawasan industri di luar Tiongkok seperti di Malaysia dan Australia.

Stanley menuturkan, faktor lain yang membuat kedua perusahaan tiongkok mau mengembangkan kawasan industri di Lippo Cikarang adalah jalur logistik yang sudah lancar.

Paling Diincar

Sementara itu, Chairman Lippo Group Mochtar Riyadi, mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak diincar investor. Banyak investor yang mau berinvestasi di Indonesia karena jumlah penduduknya banyak dan sebagian besar kelas menengah. “Disamping itu, perekonomian Indonesia tetap tumbuh stabil,” ujar dia, di Cikarang, Selasa.
lippo cikarang tol 1

Dia mengatakan Lippo Group sangat bangga bisa m,engembangkan kawasan industri baru dengan dua perusahaan Tiongkok. Lippo Group sudah dipandang sebagai perusahaan terbesar di Indonesia khususnya di bidang properti.

Kawasan Industri Indonesia-Shenzhen akan menjadi kawasan sibuk dan pusat bisnis. “Lippo kembali memperkenalkan konsep kawasan industri yang baru dan diharapkan bisa hebat,” ujar dia.

Mochtar menegaskan, kawasan industri sangat penting dikembangkan untuk memajukan perekonomian Indonesia. Dia pernah mengatakan, kawasan koridor timur Jakarta merupakan “Shenzen-nya” Indonesia. Menurut dia hal itu mengingat wilayah tersebut padat dengan industri. Keberadaan industri merupakan salah satu pendorong perekonomian nasional, lewat banyaknya perusahaan yang membuka usahanya di kawasan tersebut.

Kehadiran ekspatriat dan investor asing di kawasan industri menjadi pemicu utama berkembangnya industri properti di Cikarang. Saat ini, ada sekitar 4.000 perusahaan yang beroperasi di kawasan industri dengan sekitar 21 ribu ekspatriat. Selain itu, kawasan tersebut juga ditopang oleh pengembangan sejumlah infrastruktur penunjang seperti kereta dan pelabuhan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kawasan Industri (AKI) Sanny Iskandar mengatakan, Tiongkok terus membidik Indonesia sebagai negara tujuan investasinya. Indonesia dinilai memiliki pasar domestik yang cukup besar mengingat jumlah penduduknya mencapai sekitar 250 juta jiwa. “Hal itu juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan di kelas menengah kita yang cukup menjanjikan, terutama bagi industri yang berorientasi pada produk konsumsi,” kata Sanny kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan, di lingkup regional, kawasan industri Indonesia termasuk kawasan yang terbaik. Khususnya, jelas dia, kawasan industri yang dikembangkan dan dikelola dengan baik seperti di koridor Jakarta-Cikampek. Terlebih, kawasan industri yang sudah bekerjasama dengan Jepang dimana infrastrukturnya sangat mendukung dan cukup memadai bagi pemanufaktur.

Sanny berharap, tahun ini permintaan lahan kawasan industri akan meningkat signifikan dibandingkan tahun 2015 yang sekitar 350 ha. Banyak faktor yang mempengaruhi permintaan kawasan industri, salah satunya ketersediaan infrastruktur. “Kami berharap paruh kedua tahun ini bisa terjadi beberapa keputusan untuk pembelian lahan. Kami berharap realisasi permintaan lahan bisa mencapai 700 hektare,” papar dia.

Ju Kian Salim, direktur PT Lippo Cikarang Tbk sebelumnya mengatakan, pihaknya optimistis bisnis kawasan industri bertumbuh 10% pada 2016. Kini, pengembang properti itu menggarap delapan proyek kawasan industri di Cikarang, Jawa Barat seluas 1.123 hektare (ha).

“Kami optimistis bahwa pertumbuhan kawasan industri tahun 2016 yang diprediksi bergerak diangka 10%, dapat terealisasi,” papar dia kepada Investor Daily.

Kawasan industri yang digarap Lippo Cikarang mencakup Delta Silicon 1 (269 ha), Delta Silicon 2 (128 ha), dan Delta Silicon 3 (200 ha). Lalu, Delta Silicon 3 Extention (67 ha), Delta Silicon 5 (157 ha), Delta Silicon 6 (77 ha), dan Delta Silicon 8 (224 ha).

Khusus untuk Delta Silicon 8, jelas dia, merupakan kerjasama operasi (KSO) dengan Mandiri Group. “Untuk lahan industri kami saat ini yang berpeluang untuk dipasarkan masih  sekitar 97,4 ha dari 224 hektare total lahan Delta Silicon 8,” ujar dia. (edo rusyanto)

foto kota shenzhen dari sini

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: