Skip to content

Miris Melihat Perilaku Iring-iringan Kendaraan Pengantar Jenazah

25 Mei 2016

makam dan motor penziarah3

SUDAH lama saya ingin menulis situasi jalan raya yang satu ini. Baru kali ini akhirnya saya tuangkan setelah menemui perilaku para pengantar mobil jenazah yang sudah berlebihan.

Suatu siang di pinggiran Jakarta, arus kendaraan bermotor melambat karena terdengar suara sirene. Sebagian kendaraan memilih agak mepet ke sisi jalan, namun mayoritas memperlambat laju kendaraannya. Dari arah berlawanan tampak ratusan pengendara sepeda motor yang mayoritas mengibarkan bendera warna kuning. Bendara itu adalah simbol kedukaan, yakni pertanda ada iring-iringan pengantar jenazah.

Saya pun ikut meminggirkan sepeda motor. Merayap diantara puluhan kendaraan bermotor lainnya. Namun, tiba-tiba dari arah berlawanan hadir belasan sepeda motor yang melaju cukup kencang. Mayoritas tidak memakai helm pelindung kepala seraya mengibaskan bendera kuning.

Beberapa dari mereka meliuk-liukan kendaraannya seraya meminta pengendara lain memberi jalan. Bahkan, ada yang mengibaskan bendera kuning ke arah pesepeda motor yang dimintanya minggir. Diantara para pengantar jenazah itu ada yang menutup pergerakan di pertigaan jalan. Meminta agar pengendara lain memberi kesempatan kepada iring-iringan tersebut.

Betul bahwa menurut Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) iring-iringan mobil jenazah termasuk yang mendapat haka utama di jalan. Sekadar menyegarkan ingatan kita, pasal 134 UU itu menyebutkan ada tujuh pihak pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan. Pertama, kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
Kedua, ambulans yang mengangkut orang sakit. Ketiga, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas. Keempat, kendaraan pimpinan lembaga negara Republik Indonesia.

Kelima, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara. Keenam, iring-iringan pengantar jenazah. Dan, ketujuh konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Artinya, pengendara lain mesti memberi prioritas kepada iring-iringan kendaraan itu untuk melintas terlebih dahulu termasuk bagi iring-iringan pengantar jenazah. Namun, ironi muncul manakala sejumlah oknum pengantar jenazah yang berkendara membahayakan dirinya sendiri dan bukan mustahil juga membahayakan orang lain.

Rasanya tak elok manakala ada pihak yang ingin berbuat baik, namun membahayakan pengguna jalan yang lainnya. Kita semua menyadari bahwa ada kelompok yang mendapat prioritas di jalan raya. Sejatinya, ketika mendapat prioritas tak mesti berlebihan dengan sekaligus melanggar aturan di jalan. Setuju? (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 25 Mei 2016 07:50

    Setuju om. Kirain cuma di Solo saja yang iring2an rombongan pengantar jenazahnya arogan. Coz selama tgl di Purworejo, jogja, dan solo saya baru ketemu perilaku seperti ini di Solo.

  2. Doni permalink
    13 Juli 2018 07:05

    Di Bandung juga banyak yang arogan, seenaknya blokir jalan protokol, blokir lampu hijau secara tiba2, hampir nabrak, mereka memaki2 pakai bahasa kasar, mobil yang tidak berhenti dipukul pakai helm.

    Itu mereka yang bodoh, tiba2 berhenti di jalur lampu hijau, kalau mobil sebelah berhenti mendadak, kemungkinan akan ditabrak dari belakang dan terjadi kecelakaan beruntun, jadi tetap harus maju.

    Anehnya rombongan ini biasanya kelakuan orangnya seperti punya Ferrari, sombongnya ngga ada dua.

    Waktu saya tinggal di Bali dan Jogja, belum pernah menemukan yang seperti ini, semua rapih beradab.

Trackbacks

  1. Miris Melihat Kelakuan Pengantar Jenazah di Jalanan – Lontara News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: