Skip to content

Begini Etika Bersepeda Motor di Pemukiman Padat Penduduk

23 Mei 2016

rambu etika jalan1

BAGI pesepedamotor ada sejumlah etika yang mesti dipenuhi saat melintas di permukiman padat penduduk. Bentuknya beragam. Misal, dilarang membunyikan suara keras-keras. Baik itu mesin, knalpot, maupun klakson.

Etika berkendara tadi bermuara pada persoalan utama yang terkait dengan masalah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.

Aturan tidak tertulis itu tak semata demi sang pesepeda motor, namun juga untuk warga setempat. Kenyamanan warga, terutama anak-anak merupakan perhatian utama.

Manakala penduduk setempat sedang istirahat pada malam hari, lantas ada suara meraung-raung dari mesin atau knalpot bising, tentu akan mengusik. Atau, saat sedang ada kedukaan atau bahkan pesta seperti pernikahan, sepeda motor yang bersuara bising bakal mengganggu ketentraman. Apalagi, nekat melaju dengan kecepatan tinggi, bisa runyam urusannya.

Etika di masyarakat kita tentu berbeda-beda di setiap kawasan. Misal, ketika di sejumlah lokasi di Bali ada pesepeda motor mengenakan pakaian minim dianggap lumrah. Nyaris tak ada yang memprotes karena lokasi bersepeda motornya di kawasan pantai wisata. Warga menganggap hal itu bagian dari pariwisata.

Hal serupa belum tentu dapat diterapkan di kawasan Indonesia lainnya. Hal itu akan menjadi pemandangan aneh.

Di suatu kawasan di pinggiran Jakarta saya melihat sebuah spanduk kecil berisi imbauan. Isinya ‘Harap Matikan Mesin Motor dan Boncengan Diharap Turun,’

Atau, imbauan lain soal ‘Dilarang Ngebut Banyak Anak-anak’.

Etika adalah kesepakatan dari masyarakat. Bila masyarakatnya menganggap kebisingan mengusik kenyamanan tempat tinggal mereka, para pesepeda motor tentu saja jangan melanggar. Bisa-bisa terjadi gesekan sosial yang merugikan banyak pihak.

Saya bahkan menafsirkan bahwa etika berada di atas hukum positif yang berlaku di jalan raya. Tak ada tempat untuk arogansi saat etika dijunjung tinggi. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: