Skip to content

ABG Perempuan Tabrakan Saat Menghindari Razia

22 Mei 2016

abg laka motor_patroli

LARI dari kenyataan bisa lebih pahit daripada menghadapinya. Nggak percaya? Coba simak pengalaman dua ABG ini.

Suatu siang dua ABG perempuan bersepeda motor di jalan raya. Masih memakai seragan sekolah, keduanya melenggang dengan percaya diri hingga pada satu titik jalan menemui Operasi Patuh Kalimaya 2016. Alih-alih menghadapi Operasi yang digelar kepolisian setempat, ABG tadi justeru berbalik arah.

Ironisnya, saat tancap gas ABG tadi lepas kendali. Tak lagi melihat situasi, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul pesepeda motor lain. ABG perempuan yang berboncengan tanpa helm tadi akhirnya menabrak pesepeda motor pria. Mereka berjatuhan mencium aspal.

Warga dan petugas yang ada di lokasi itu bergegas menolong. Setelah meminggirkan kedua motor yang bertabrakan tadi, warga membantu pria penunggang sepeda motor sport yang cedera ringan di lengan.
Kedua perempuan ABG penumpang skutik itu tampak shock. Namun, tidak mengalami cedera berarti. Barangkali keduanya bertambah shock manakala petugas lalu menilang sang pengendara.

“Pelajar menghindari razia justeru mengalami kecelakaan,” papar penyiar Patroli Indosiar, dalam tayangannya, Sabtu, 21 Mei 2016 dinihari.

Amat mungkin ABG tadi cemas saat menemui razia polisi. Kecemasan bisa lahir dari ketidaklengkapan sang pengendara. Misal, tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) atau yang terlihat kasat mata, keduanya tidak memakai helm pelindung kepala. Sudah banyak kasus pengendara yang panik menghadapi razia lalu justeru menimbulkan kecelakaan lalu lintas jalan.

Selama lima hari Operasi Patuh Jaya 2016, yakni untuk kawasan Jakarta dan sekitarnya (non Bogor), setiap hari ada 810 kasus pelanggaran terkait surat-surat. Hal itu mencakup surat tanda nomor kendaraan (STNK) bermotor dan SIM. Pelanggaran mengenai surat-surat ini berkonribusi sekitar 12% dari total pelanggaran di rentang waktu 16-20 Mei 2016.

Pelanggaran mengenai surat-surat merupakan pelanggaran kedua terbesar. Sedangkan jenis pelanggaran terbesar terkait rambu dan marka jalan, yakni 67%. Dalam rentang waktu itu setiap hari terjadi rata-rata 4.684 kasus pelanggaran marka dan rambu jalan. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. Rashzee permalink
    22 Mei 2016 09:18

    Wanita ternyata terbukti salah satu “penguasa” jalanan om..kalau ga ABG Labil ini yaa Ibu-Ibu yang seasiknya dijalanan…terbukti, kemarin untung saya melaju pelan..dari sebelah kiri saya, seorang ibu-ibu langsung memutar balik ke arah kanan mobil saya..tanpa lampu sign dan lampu depan…hadeeuu…apa kabarnya kalau saya tabrak tuh dengan ga sengaja.

  2. 28 Mei 2016 04:16

    parah banget itu mas, aku liat diyoutube NGERII

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: