Skip to content

Nih, Enam Mobil yang Dibidik Operasi Kepolisian

20 Mei 2016

polantas bogor atur lalin

ADA berita menarik. Pengendara mobil mencak-mencak saat petugas gabungan dalam Operasi Patuh 2016 hendak mencabut stiker yang bukan semestinya dipasang di pelat nomor mobil miliknya. Kenapa?

Entah karena ketidaktahuan atau apa, pengendara mobil tadi, seperti kita bisa baca di pemberitaan media online maupun tayangan televisi, merasa tidak senang. Bahkan, dia juga tidak senang atas peliputan oleh media. Petugas menilai reaksi seperti itu adalah hal biasa. Ada penolakan saat hendak ditindak, walau seperti diberitakan media, dalam kasus pencopotan stiker itu tidak ada penindakan tilang.

Mari kita tengok apa itu Operasi Patuh 2016. Operasi yang dilakukan serentak di Indonesia hingga akhir Mei 2016 itu diklaim bukan semata membidik para pelanggar dari kalangan pesepeda motor. Tahukah Anda ada enam sasaran operasi yang dibidikkan kepada para pemobil?

Nah, enam sasaran tersebut mencakup pelat nomor tidak sesuai spectec/aslinya, tempel logo/simbol pada pelat nomor, dan pakai rotator/sirene pada mobil pribadi. Lalu, tidak pakai sabuk pengaman, melanggar lampu merah, serta melanggar marka jalan dan garis setop.

Dari keenam sasaran Operasi terhadap pengendara mobil itu penempelan logo/simbol pada pelat nomor belum diketahui oleh publik. Maksudnya, publik barangkali belum memahami bahwa menempel logo atau apapun di pelat nomor adalah sesuatu yang diharamkan oleh perundangan yang berlaku saat ini, yaitu Undang Undang No 22 tahun 2009 tentanag Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Bahkan, termasuk soal pemakaian pelat nomor yang bukan aslinya juga masih belum difahami. Walau, ada sejumlah alasan mendasar yang membuat seseorang memakai pelat nomor bukan aslinya. Misal, pelat aslinya rusak. Lalu, belum sempat diganti untuk mendapat pengganti aslinya, terpaksa memakai pelat nomor buatan sendiri.

Di Jakarta, Operasi yang diberi label Operasi Patuh Jaya 2016 selama tiga hari mencatat bahwa sekitar 9% kendaraan yang melanggar adalah mobil pribadi. Angka itu menyebutkan setiap hari rerata 538 mobil pribadi yang melanggar aturan di jalan.

Kalau sepeda motor hingga periode itu masih menempati posisi teratas jenis kendaraan yang melanggar aturan di jalan. Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat bahwa kontribusi pelanggaran dari kalangan pesepeda motor mencapai sekitar 71%. Artinya, setiap hari rerata ada sekitar 4.333 sepeda motor yang terlibat pelanggaran di jalan. (edo rusyanto)

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. Tho permalink
    20 Mei 2016 20:29

    Saya belum mengerti apa gunanya lambang kesatuan atau lambang negara ditempel di mobil pribadi. Apakah untuk identitas, kesombongan, gagah-gagahan, biar orang lain takut, atau apa?? Om edo bisa memberi saya pencerahan? Terima kasih sebelumnya..

    • 21 Mei 2016 11:16

      sekadar menebak-nebak, bisa semua yg disebutkan di atas 😦
      pernah saya ketemu orang yg memakai stiker seperti itu alasannya agar dapat previlige di jalan. hemmmm…

  2. Rashzee permalink
    22 Mei 2016 09:22

    Lebih keren lagi atau supaya tak kena razia..ditempel lambang TRANSFORMER, SATRIA BAJA HITAM, SAILORMOON dsb nya aja yaa om…di jamin “penjahat” kabur…hahhaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: