Skip to content

Memilukan, Separator Busway Pun Dibongkar Pesepeda Motor

17 Mei 2016
????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

ADA pernyataan menarik saat saya siaran langsung di Radio Elshinta Bandung, Selasa, 17 Mei 2016 pagi. Seorang pendengar beropini bahwa kecelakaan lalu lintas jalan juga bisa dipicu oleh aktivitas operasi kepolisian di jalan raya.

Bisa jadi yang dimaksud pendengar tadi adalah ketika sang pelanggar aturan panik menemui operasi, lalu melawan arah sehingga terjadilah kecelakaan. “Nah, operasi bisa bikin kecelakaan kecil,” tutur dia.

Redaksi Radio Elshinta Bandung pagi itu mengangkat topik Operasi Patuh 2016 dan kasus kecelakaan lalu lintas jalan. Dalam perspektif saya Operasi yang berlangsung 16-29 Mei 2016 itu bisa menekan angka kecelakaan. Hal ini dengan logika bahwa kecelakaan kerap diawali oleh pelanggaran. Ketika pelanggaran ditekan, semestinya kasus kecelakaan juga menyusut.

Terkait Operasi Patuh 2016, digelar serentak di Indonesia. Dua tujuan utama Operasi ini adalah mendisiplinkan para pengguna jalan sekaligus menekan kasus kecelakaan. Operasi tersebut mengutamakan langkah represif, yakni berupa tilang bagi para pelanggar.

Di Jakarta, pada hari pertama Operasi yang digelar mulai Senin, 16 Mei 2019, terjadi beragam kasus ‘perlawanan’. Ada seorang ibu pengendara sepeda motor skutik menerobos jajaran petugas yang menggelar Operasi di kawasan Jakarta Pusat. Pesepeda motor itu melintas di jalur cepat yang bukan diperuntukkan bagi sepeda motor. Ironisnya, perempuan tadi membawa anak balitanya di bagian depan sepeda motor.

Nah, yang membuat bulu kuduk berdiri justeru kejadian di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. Saat berlangsung Operasi dan para pesepeda motor terperangkap di busway, yakni jalur bus Trans Jakarta, mereka melakukan perlawanan dengan cara yang membuat merinding.

Para pesepeda motor yang takut terkena razia membongkar separator busway,” papar reporter dalam tayangan video di laman beritajakarta.

Tayangan itu memperlihatkan bagaimana para penunggang kuda besi itu menghancurkan fasilitas publik. Tak ada rasa takut apalagi rasa bersalah yang muncul dari tayangan itu.

Sudah demikian burukkah perilaku pengguna jalan kita? Atau, sudah demikian runtuhkah wibawa para penegak hukum kita? (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 18 Mei 2016 21:40

    Duhh miris lihatnya😥😥, kayak orang gak pernah sekolah, udah langgar peraturan + ngrusak separator juga.. Dasar orang G*bl*kk..!!

Trackbacks

  1. Separator yang Dibongkar Pemotor dan Kloset yang Belepotan Kotor(an) | dinadimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: