Skip to content

Jalan-jalan Menelusuri Peradaban ke Gunung Padang (bagian pertama)

14 Mei 2016

rute jkt gn padang1

TOURING menelusuri jejak purbakala punya kesan tersendiri. Bagaimana tidak, selain menyegarkan fisik, tapi juga sekaligus menyegarkan ingatan bahwa Indonesia punya kekayaan kultur yang luar biasa.

Kali ini, saya beserta teman-teman Independent Bikers Club (IBC) memilih touring ke Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Jarak tempuh sekitar 136 kilometer (km) dari Jakarta-Gunung Padang atau setara dengan sekitar 272 km untuk perjalanan pulang pergi.

Saat menuju lokasi, saya berangkat sendiri Sabtu, 7 Mei 2016 pagi, mengingat rombongan berangkat pada Jumat, 6 Mei 2016 malam. Saya memilih rute konvensional, yakni Jakarta-Bogor-Ciawi-Puncak-Cianjur.

Keindahan panorama pegunungan di Cianjur sudah tak diragukan lagi. Coba saja lihat misalnya kawasan Puncak yang sebagian masuk ke wilayah Bogor dan sebagian lagi masuk Cianjur. Atau, pemandangan indah Gunung Gede dan Pangrango yang sebagian masuk wilayah Cianjur. Belum lagi taman bunga seperti di Cipanas atau Cibodas. Menyegarkan.

Cianjur tak semata punya keindahan alam pegunungan, maklum sebagian wilayahnya juga punya keindahan pantai. Namun, ikon pariwisata pegunungan masih sulit dihapuskan.

Pegunungan nan menghijau dengan udaranya yang segar memberi nuansa tersendiri bagi wisatawan. Terlebih, bagi warga Jakarta yang keseharian dibebani oleh kepenatanan. Saat akhir pekan berlibur ke kawasan itu pulangnya bisa membawa kesegaran sebagai bekal menghadapi rutinitas.

Tak pelak, Cianjur pun menjadi salah satu kawasan favorit bagi warga Jakarta untuk mengisi libur akhir pekan. Apalagi, jarak tempuh dari Jakarta tidak lebih dari 100 kilometer (km) dan didukung infrastruktur jalan tol hingga kawasan Ciawi, Bogor.

Di balik keindahan alam nan mempesona dan seni budayanya, Cianjur menyimpan obyek wisata lain, yakni sejarah purbakala. Obyek wisata sejarah peninggalan zaman megalitikum yang cukup terkenal di Cianjur adalah Situs Gunung Padang. Lokasinya persis di Dusun Gunung Padang, desa Karya Mukti, kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Letak Situs ini sekitar 136 km dari Jakarta. Para wisatawan bisa mencapai lokasi dengan kendaraan bermotor dengan waktu tempuh berkisar 3-4 jam dalam kondisi normal.

ibc gn padang edo

Sekitar dua puluh kilometer menjelang lokasi Situs, kondisi jalan hanya bisa dipakai untuk dua mobil berpapasan. Jalan berkelok dengan pemandangan indah berupa persawahan dan pegunungan teh nan menghijau.


Punden Berundak

Situs megalitikum Gunung Padang yang terletak di ketinggian 885 di atas permukaan laut (dpl). Para wisatawan cukup merogoh kocek Rp 5.000 untuk tiket masuk. Dari lokasi penjualan tiket masuk ada dua jalur untuk menuju puncak Gunung Padang. Jalur masuk cukup ekstrim dengan kemiringan hingga 45 derajat ada di sisi kiri. Sedangkan jalur keluar yang agak landai ada di sisi kanan. Di kedua jalur terdapat pegangan dari besi untuk melengkapi tangga menuju areal punden berundak.
“Situs Gunung Padang ini disebut juga punden berundak yang terdiri atas lima teras, setiap teras punya makna tersendiri,” ujar Zaenal, seorang pemandu wisata.

Jurnal hasil penelitian dan pengembangan arkeologi, Purba Widya, edisi November 2014 menyebutkan, Situs megalitik Gunung Padang dibangun di atas puncak bukit Gunung Padang. Secara arkeologi, situs ini merupakan satu tinggalan berbentuk punden berundak yang konstruksinya terdiri atas lima teras.

jalan mulus gn padang

Teras pertama merupakan teras terbawah mempunyai ukuran paling besar, kemudian berturut-turut sampai teras kelima ukurannya semakin mengecil. Teras-teras itu pertamakali ditemukan pada 1979. Walaupun kehadiran Situs ini sempat tertera di Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, “Buletin Dinas Kepurbakalaan”) tahun 1914.

Punden berundak Gunung Padang dibangun dari batuan vulkanik yang berbentuk persegi panjang dan terdiri atas balok-balok batu. Batu tersebut belum dikerjakan atau belum dibentuk oleh tangan manusia. Batuan tersebut umumnya berbentuk balok-balok panjang, berasal dari batuan beku (columnar joint).
(edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: