Skip to content

Menghadapi Jalan Rusak di Kawasan Wisata

11 Mei 2016

jalan rusak gn padang 2016

Fakta memperlihatkan tidak sedikit kondisi jalan yang rusak di negara kita. Secara awam makna jalan rusak bisa berwujud aspal yang mengelupas, berlubang, hingga jalan bergelombang.

Kondisi jalan rusak bisa ada di mana saja. Mau itu di perdesaan, kota kecil hingga kota metropolitan Jakarta. Entah itu di permukiman, kawasan bisnis, hingga lokasi pariwisata. Pastinya, para pengendara wajib ekstra waspada ketika melintas di kawasan jalan rusak. Terlebih para pengendara roda dua. Lengah dan gegabah sedikit saja bisa parah akibatnya.

Kita para pesepeda motor wajib punya jurus pengunci jalan rusak. Saat kami melintas di jalur Warung Kondang-Gunung Padang, keduanya di kawasan Kabupaten Cianjur, bekal jurus menghadapi jalan rusak menjadi begitu bermanfaat. Jalur sepanjang 20 kilometer (km) itu mayoritas diisi dengan kondisi jalan rusak ringan.

Gunung Padang adalah obyek wisata megalitik purbakala yang usianya ditaksir 25 ribu tahun. Selain itu, terdapat obyek wisata stasiun kereta api tua dan indahya air terjun. Juga terdapat pemandangan hijaunya perkebunan the dengan udaranya yang sejuk.

Lebar jalan di rute itu mayoritas bisa untuk dua mobil berpapasan. Terdapat sejumlah kelokan, turunan dan tanjakan serta bibir jurang tanpa pembatas jalan.

Pada awal Mei 2016, saya merasakan hanya dua kilometer terakhir yang kondisinya sangat mulus. Maklum, jalur itu baru saja mendapat pelapisan ulang yang menelan dana sekitar Rp 1,7 miliar pada 2015.

Nah, jurus menghadapi jalan rusak yang saya lakukan adalah sebagai berikut;

Pertama, kenali medan yang akan dilintasi. Hal ini bisa dilakukan dengan mempelajari literatur yang ada atau dari mencari informasi dari mereka yang sudah lebih dahulu tahu.

Kedua, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan sangat baik, terutama kondisi ban dan rem.

Ketiga, hindari memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi.

jalan rusak gn padang 2016 A

Keempat, dalam menghadapi jalan berlubang kurangi kecepatan ketika terpaksa masuk ke lubang yang tidak terlalu dalam. Angkat posisi duduk sedikit dengan pegangan setang motor tidak terlalu kaku. Bila sempat berdiri, penekanan bobot tubuh condong ke belakang dengan kaki menjepit tanki sepeda motor bagi pengendara motor sport.

Kelima, masih menghadapi lubang di jalan, jangan gegabah menghindar secara mendadak ataupun melakukan pengereman mendadak.

Keenam, jika kondisi jalan rusak tergenang air, pastikan saat melintas perhatikan pengendara yang lebih dulu melintas. Namun, bila tidak ada pastikan melintas dengan perlahan dengan pandangan tetap jauh ke depan.

Ketujuh, memilih sisi yang masih bisa dijejaki ban sepeda motor.

Langkah yang saya pilih itu ternyata cukup membantu ketika saya melintas di jalan rusak di kawasan Gunung Padang. Saat itu, kondisi cuaca cerah dan perjalanan berlangsung sepanjang pagi hingga siang hari. Tentu saja akan amat berbeda ketika berkendaranya pada malam hari yang minim lampu penerangan jalan.

Sekadar menyegarkan ingatan kita, lima kondisi jalan yang paling banyak bikin kecelakaan di Indonesia ternyata mencakup;

Pertama, jalan yang tidak memiliki rambu.
Aspek jalan yang tidak memiliki rambu ternyata berkontribusi sekitar 16,92% terhadap total faktor jalan. Tahun itu, tiap hari ada tiga kasus kecelakaan akibat tidak ada rambu.
Rambu lalu lintas akan membantu para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati. Misal, rambu yang memberitahukan jalan menikung, jalan menurun, atau jalan bergelombang. Ketika melihat rambu itu tentu saja para pengendara akan menggandakan kewaspadaan.

papan perbaikan jalan

Kedua, jalan berlobang
Wah, jalan berlobang ternyata menyentuh 15% dari total kecelakaan di faktor jalan. Gara-gara jalan berlobang rata-rata setiap hari terjadi tiga kasus kecelakaan.
Nah, jalan berlobang bisa jadi memicu kecelakaan tunggal maupun kecelakaan ganda. Khusus untuk kecelakaan tunggal, ini amat mungkin ketika ditambah dengan kondisi pengendara yang tidak berkonsentrasi akibat lelah misalnya.

Ketiga, tidak ada marka jalan.
Aspek ini menyumbang sekitar 14,35 % terhadap total kecelakaan yang dipicu oleh faktor jalan. Mirip dengan dua aspek sebelumnya, akibat tidak ada marka memicu terjadinya tiga kasus kecelakaan setiap hari.
Marka dan rambu jalan mesti menjadi perhatian serius sang penanggung jawabnya, yakni kementerian perhubungan maupun para dinas perhubungan di tingkat provinsi dan kota/kabupaten. Marka jalan punya peran sama dengan rambu untuk memandu para pengguna jalan agar melenggang dengan aman, nyaman, dan selamat.

Keempat, tidak ada lampu. 
Kondisi jalan keempat yang memicu kecelakaan adalah tidak adanya lampu penerang jalan. Aspek ini berkontribusi sekitar 14,16% terhadap total kecelakaan di faktor jalan. Rerata tiap hari terjadi tiga kasus kecelakaan lantaran aspek ini.
Kondisi jalan yang gelap membuat daya serap indera mata pengendara menjadi berkurang. Praktis pengendara hanya mengandalkan lampu dari kendaraannya. Bila ditambah dengan kondisi pengendara yang mengantuk bakal lebih runyam lagi.

Kelima, pandangan terhalang.
Sumbangan aspek pandangan terhalang sebesar 11,12% terhadap total kecelakaan di faktor jalan. Aspek ini menyebabkan dua kecelakaan setiap hari.
Oh ya, pandangan terhalang bisa karena dedaunan, kendaraan, atau mata pesepeda motor yang terganggu oleh curah hujan maupun kabut. Aspek ini meruntuhkan prinsip dasar berkendara aman dan selamat, yang mencakup terlihat dan melihat.

Di faktor jalan ada lima aspek lagi, yaitu jalan rusak, licin, marka rusak, rambu rusak, dan tikungan tajam. Kelima aspek tadi juga perlu dicermati oleh kita para pengendara, terutama di tikungan tajam. Di area ini jangan main-main dengan niat mendahului kendaraan lain. Bisa repot urusannya.

Oh ya, data faktor jalan tadi saya kutip dari Korlantas Polri untuk periode enam bulan pertama tahun 2015. Semoga bermanfaat. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 12 Mei 2016 09:19

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: