Skip to content

Parkir Sembarangan di Bandung, Siap-siap Diborgol

7 Mei 2016

bandung borgol ban

BAGI Anda yang berlibur ke kota Bandung, Jawa Barat jangan nekat parkir sembarangan. Urusan bisa panjang.

Mereka yang memarkir mobil atau sepeda motor di area bukan peruntukannya bisa kena borgol. Persisnya, ban mobil akan diborgol sehingga tidak bisa bergerak. Bahkan, untuk sepeda motor bisa diangkut ke kantor dinas perhubungan (dishub).

Untuk membuka borgol atau mengambil sepeda motor harus mengikuti aturan yang ada. Pengurusan dilakukan ke kantor dishub setempat. Pastinya buang waktu dan tenaga plus malu karena mendapat rekam jejak sebagai pelanggar aturan di jalan.

Langkah pemerintah kota (pemkot) Bandung memborgol ban mobil itu disebut sebagai pemberi efek jera. Memberi peringatan keras kepada pengendara yang nekat parkir sembarangan. Tentu saja muara dari itu semua agar lalu lintas jalan menjadi lebih humanis. Memarkir kendaraan bermotor secara sembarangan menambah arus lalu lintas kian macet.

Saat kemacetan kian menggila sang pengendara bisa stress. Kondisi itu bisa merusak konsentrasi berkendara. Pada gilirannya konsentrasi yang terganggu bisa mengundang petaka jalan raya. Misal, gesekan sosial maupun kecelakaan lalu lintas. Kalau sudah begitu yang rugi banyak pihak.

Kota berpenduduk sekitar 2,5 juta jiwa itu memiliki sekitar 1,25 juta kendaraan bermotor. Nah, dari jumlah tersebut sekitar 94% nya adalah kendaraan pribadi. Sedangkan dari total kendaraan pribadi, 895 ribuan unit adalah sepeda motor atau sekitar 72% dari total komposisi kendaraan bermotor di kota Bandung. Artinya, mobil pribadi 282 ribuan unit atau sekitar 23%. Padatkan?

Mirip dengan kondisi kota Jakarta, di Bandung perbandingan ruas jalan dengan kendaraan bermotor juga dinilai tidak seimbang.

Di sisi lain, angkutan kota (angkot) yang melayani sekitar 39 trayek di kota Bandung hanya berjumlah 5.521 kendaraan. Lalu, bus umum sekitar 2.946 unit. Artinya, angkutan umum yang ada di kota Bandung sekitar 1% dari total kendaraan bermotor.

Praktis, tingginya jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan jumlah jalan yang tersedia, membuat kendaraan meluber kemana-mana. Termasuk, tentu saja parkir di sembarang tempat seperti di trotoar jalan yang notabene adalah hak pedestrian.

Oh ya, data-data itu saya kutip untuk versi tahun 2014. Boleh jadi saat ini jumlahnya kian bertambah.

gbd kompilasi 2016

Gerakan borgol ban hanya menyentuh persoalan di hilir. Hulu persoalan seperti jumlah jalan dan penyediaan angkutan umum yang memadai mestinya turut diselesaikan secara sebaik-baiknya. Mobilitas warga kota tidak dapat dibendung. Apalagi, kota itu kerap menjadi tujuan wisata warga di sekitar Bandung maupun kota-kota lain seperti Jakarta dan Bogor. Ketika itu kendaraan bermotor pun tumpah ruah.

Gerakan Bandung Disiplin (GBD) yang digulirkan sejumlah relawan dan Dishub Kota Bandung memiliki pekerjaan rumah yang berat. Persoalan kedisplinan di jalan raya tak pernah dapat dituntaskan ketika mentalitas jalan pintas demikian merebak. Bahkan, sudah tertanam sejak usia dini. Butuh sinergi luar biasa antara para pemangku kepentingan lalu lintas jalan dan anggota masyarakat.

Nah, ketika Anda bertamu ke kota berjuluk Paris van Java itu rasanya patut menunjukkan perilaku disiplin. Termasuk, ketika berlalu lintas jalan yang di dalamnya mencakup soal memarkir kendaraaan Anda. Setuju? (edo rusyanto)

Sumber foto: gerakan bandung disiplin

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: