Skip to content

Anak Muda Ini Pasang Badan Kritik Pelanggar Aturan di Jalan

5 Mei 2016

minta digampar trotoar

ANAK muda ini tergolong nekat. Dia mengritik langsung para pengguna jalan ugal-ugalan di tengah keramaian lalu lintas jalan Jakarta. Kota yang tak pernah tidur itu sesak dengan pengguna jalan yang melanggar aturan dengan gagah berani.

“Bapak bagaimana rasanya melawan arah dan melanggar aturan? Cukup senang? Nggak takut dosa melawan arah gitu?” Sergah pemuda berkaos putih itu kepada seorang bapak yang melawan arah dan naik trotoar, suatu siang di perempatan Kuningan, Jakarta Selatan.

“Iya takut (dosa),” jawab sang bapak yang memakai helm open face putih.

Pada bagian lain, anak muda yang berani pasang badan itu mengritik seorang pesepeda motor yang melanggar aturan di perempatan itu. Perempatan itu merupakan titik pertemuan tiga jalan utama, yakni Jl Gatot Subroto, Jl HR Rasuna Said, dan Jl Mampang. Lokasi anak muda itu persis di jalur Jl Gatot Subroto yang mengarah ke Semanggi. Sedangkan dari arah Jl HR Rasuna Said tidak boleh ke kanan untuk menuju Semanggi, namun ada saja pesepeda motor yang mensiasati untuk pura-pura berhenti diperempatan, lalu menuju Semanggi.

“Bapak tidak boleh ke kanan, harus lurus dulu,” tukas anak muda tadi kepada pesepeda motor yang mensiasati aturan itu.

Kritik dan seruan anak muda tadi ada yang membuahkan hasil. Namun, tak sedikit yang tetap keras kepala dan diwarnai perdebatan. Ada yang mengaku ikut-ikutan karena ada petugas yang boleh belok ke kanan sekalipun aturannya dilarang.

“Bapak mau ikut-ikutan bego?” sergah anak muda tadi.

Kritikan yang dikemas dalam tayangan reality show “Minta Digampar” itu saya tonton di jejaring media sosial Youtube. Tayangan itu sudah ditonton lebih dari satu juta kali. Barangkali banyak yang penasaran kenapa anak muda itu begitu berani. Atau, merasa perlu menonton sebagai introspeksi diri bahwa melanggar aturan di jalan sama dengan merampas hak orang lain.

Upaya publik mengingatkan warga masyarakat yang lainnya patut diacungi jempol. Walau mesti memikul risiko menimbulkan gesekan dengan sesama pengguna jalan lainnya, anak muda tadi berani mengingatkan para pelanggar aturan. Bisa jadi langkah yang dilakukannya adalah puncak dari kegeraman melihat polah pengguna jalan yang ugal-ugalan.

Tayangan video tadi memang sudah diunggah sejak 5 Juli 2015. Namun, langkah masyarakat untuk mengoreksi kondisi jalan yang ugal-ugalan terus bergulir hingga kini. Masih ingat bagaimana bocah Daffa di Semarang, Jawa Tengah mengusir pesepeda motor yang melintas di trotoar. Atau, aksi Alfini mengadang pesepeda motor yang melintas di trotoar Jakarta, baru-baru ini. Mereka hadir atas kesadaran untuk menempatkan porsi masing-masing ketika di jalan raya. Trotoar untuk pejalan kaki, bukan pesepeda motor maupun para pedagang kaki lima.

Ironisnya, perilaku melanggar aturan adalah salah satu pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Artinya, bila pelanggaran bisa ditekan semestinya kasus kecelakaan pun dapat dikurangi. Fakta memperlihatkan bahwa Indonesia kehilangan 70-an jiwa setiap hari akibat kecelakaan di jalan.
(edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: