Skip to content

Ternyata Belajar Teknik Safety Riding Itu Tidak Gampang

1 Mei 2016

ibc papan keseimbangan

Bersepeda motor aman dan selamat (safety riding) butuh penguasaan teknik berkendara yang mumpuni. Tentu, dilandasi perilaku yang santun dan bersahabat di jalan. Maksudnya, mau mentaati aturan dan sudi berbagi ruas jalan.

“Umumnya orang belajar naik sepeda motor secara otodidak,” sergah Head of Safety Riding Promotoion Wahana, Agus Sani, di Tangerang, Banten, Sabtu, 30 April 2016 pagi.

Bagi belasan anggota Independent Bikers Club (IBC) melatih kemampuan teknik berkendara menjadi kebutuhan. Kali ini berkolaborasi dengan tim safety riding PT Wahana Makmur Sejati yang cukup mumpuni di kawasan Asia. Pelatihan berlangsung di kawah candradimuka safety riding Wahana di Track Safety Riding Center Jatake, Tangerang, Sabtu pagi. Lokasi ini berjarak sekitar 50 km dari Jakarta.

“Kami senang melatih komunitas atau kelompok peseda motor yang ada di kawasan Jakarta dan Tangerang. Peserta minimal 15 orang dan maksimal 30 orang,” kata Agus Sigit Wicaksono, Community Club Development Officer PT Wahana Makmur Sejati, Sabtu.

Agus Sani menambahkan, pihaknya tidak hanya berjualan sepeda motor, tapi juga menggelar pelatihan safety riding bagi masyarakat. Wahana adalah main dealer sepeda motor Honda untuk kawasan Jakarta dan Tangerang, Banten. “Kami ingin para pesepeda motor aman dan selamat,” kata dia.

IMG-20160430-WA0024

Para anggota IBC yang didampingi beberapa kolega pesepeda motor mendapat materi teori dan praktik. Materi teori mencakup perilaku dan pengetahuan dasar safety riding. Sedangkan praktik mencakup pengecekan motor, zig zag, pengereman, slalom, dan papan keseimbangan.

“Bagaimana mengantisipasi agar konsentrasi tidak terganggu di jalan karena misalnya ada SPG yang menawari brosur motor,” tanya bro Sontry.

Agus Sani memberi tips, para pesepeda motor tetap fokus memandang ke arah depan, jalur yang akan dilintasi. Tidak berkendara dan tidak melakukan gerakan yang mengganggu keseimbangan berkendara.

Dalam praktik, materi papan keseimbangan menjadi perhatian serius. Inilah materi yang dinilai paling sulit oleh anggota IBC. Bagaimana tidak, mereka harus melaju di atas hamparan papan terbuat dari logam berlebar 30 cm dan memiliki panjang 15 meter. Namun, harus melaju super lambat sehingga tiba diujung papan dalam 30 detik.

“Buat yang bisa 30 detik tanpa keluar lintasan dapat hadiah helm,” kata Agus Sani.

Peserta mendapat tiga kali kesempatan. Dua kali sebagai pembelajaran, sedangkan kali ketiga mulai dihitung untuk menguji kemampuan keseimbangan.
“Ternyata tidak gampang belajar safety riding,” ujar bro Andi, salah seorang peserta.

Dari 18 peserta, hanya tiga yang berhasil mencatat waktu cukup lumayan walau tidak mencapai 30 detik. Mereka mencatat waktu 20, 18, dan 12 detik. Mayoritas peserta pelatihan keluar dari lintasan atau melaju lebih cepat hingga ke ujung lintasan.

“Belajar keseimbangan itu penting dan amat bermanfaat waktu di jalan. Termasuk untuk menghadapi kemacetan lalu lintas maupun manuver lain seperti menikung atau mendahului,” jelas Agus Sani.

Sekalipun melelahkan dan diguyur hujan dengan permukaan aspal yang basah, para peserta pelatihan dari IBC mengaku senang. “Keseruannya dapat dan ilmunya bermanfaat,” kata bro Mamed.

bareng peserta dan pelatih

Bagi Waketum IBC, bro Alex, pelatihan safety riding kali ini bagian dari upaya IBC menambah pengetahuan dan ketrampilan berkendara. Pihaknya berterimakasih kepada Wahana yang sudi menerima IBC. “Sedikit banyak acara ini amat bermanfaat buat kami dan kami haturkan terimakasih,” katanya.

IBC adalah kelompok pesepeda motor yang didirikan pada 29 Desember 2006 di Jakarta, oleh para pekerja media massa. Klub yang bermotto ‘Bersahabat, Santun di Jalan’ ini anggotanya tersebar di berbagai media massa baik itu cetak, elekronik, online, hingga televisi. Kini, IBC bermarkas di kelompok media Berita Satu, Jakarta. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: