Skip to content

Polisi Menilai Disiplin Pengguna Jalan Masih Rendah

29 April 2016

zebra cross mobil motor1

DISIPLIN para pengguna jalan di Jakarta dan sekitarnya dinilai relatif masih rendah. Hal itu salah satunya merujuk pada kedisiplinan untuk berhenti di belakang garis setop seperti dipersimpangan jalan.

“Disiplin pengguna jalan untuk berhenti di belakang garis setop (stop line) relatif masih rendah,” tegas AKBP Budiyanto, dalam pesan tertulisnya, Kamis, 28 April 2016 siang.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan terhadap simpang-simpang jalan yang memiliki arus padat, masih banyak didapatkan pengguna jalan yang tidak mematuhi garis setop. Pengguna jalan ada yang berhenti melewati atau persis ada di atas garis setop.

“Melihat kondisi seperti ini Ditlantas Polda Metro Jaya, telah memaksimalkan penegakan
hukum terhadap pelanggaran tersebut,” tukas dia.

Beberapa lokasi persimpangan jalan yang paling dominan penindakan pelanggaran itu antara lain adalah traffic light (TL) Daan Mogot, Jakarta Barat sebanyak 879 kasus. Lalu, Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat sebanyak 804 kasus. Selain itu, Terminal Blok M, Jakarta Selatan sebanyak 585 kasus. “Penindakan itu untuk periode 19 hingga 27 April 2016,” jelas Budiyanto.

Tindakan itu, tambahnya, sebagai bentuk tanggung jawab untuk menekan pelanggaran dimaksud. Selain itu, sekaligus dalam rangka proses membangun budaya tertib berlalu lintas. Dan, selama periode itu Ditlantas Polda Metro Jaya mengaku telah menindak 4.477 pelanggar.

Budiyanto menjelaskan, tindakan berhenti melewati garis setop melanggar Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pelanggaran aturan itu bisa dikenakan pasal 287 yo psl 106 ayat (4) huruf a dan b. Hukumannya adalah pidana kurungan paling lama dua bulan. “Atau denda paling banyak Rp 500 ribu,” katanya.

Di sisi lain, zebra cross merupakan fasilitas bagi pedestrian menyeberang jalan. Artinya, ketika pengendara dengan sengaja berhenti di atas fasilitas publik itu sama saja dengan merampas hak pedestrian. Ironis.

Tapi, ngomong-ngomong yang tidak disiplin itu dari seluruh kalangan masyarakat yah pak polisi? Lalu, ada penindakan denda maksimal kah? (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: