Skip to content

Lima Kondisi Jalan yang Paling Banyak Bikin Kecelakaan

26 April 2016

Motorola RAZRV3x 85.98.90R 2009:04:07 14:11:34

Motorola
RAZRV3x
85.98.90R
2009:04:07 14:11:34


Kondisi jalan seperti apa yang bikin kecelakaan lalu lintas paling sering?

Dari empat faktor pemicu kecelakaan lalu lintas jalan, yakni faktor manusia, kendaraan, jalan, dan alam memang faktor dominan adalah manusia. Namun, faktor jalan jangan dianggap remeh. Kontribusi faktor jalan ternyata mencapai sekitar 8% dari total kecelakaan yang terjadi di Indonesia pada 2015. Angka itu melonjak, mengingat pada 2014 berkontribusi sekitar 6%.

Soal pertanyaan di awal tulisan ini, masyarakat paling sering menjawab pertanyaan itu dengan kondisi jalan rusak, jalan berlubang, atau jalan bergelombang. Ternyata, beginilah lima kondisi jalan yang paling banyak bikin kecelakaan di Indonesia.

Pertama, jalan yang tidak memiliki rambu.
Aspek jalan yang tidak memiliki rambu ternyata berkontribusi sekitar 16,92% terhadap total faktor jalan. Tahun itu, tiap hari ada tiga kasus kecelakaan akibat tidak ada rambu.

Rambu lalu lintas akan membantu para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati. Misal, rambu yang memberitahukan jalan menikung, jalan menurun, atau jalan bergelombang. Ketika melihat rambu itu tentu saja para pengendara akan menggandakan kewaspadaan.

Kedua, jalan berlobang
Wah, jalan berlobang ternyata menyentuh 15% dari total kecelakaan di faktor jalan. Gara-gara jalan berlobang rata-rata setiap hari terjadi tiga kasus kecelakaan.

Nah, jalan berlobang bisa jadi memicu kecelakaan tunggal maupun kecelakaan ganda. Khusus untuk kecelakaan tunggal, ini amat mungkin ketika ditambah dengan kondisi pengendara yang tidak berkonsentrasi akibat lelah misalnya.

Ketiga, tidak ada marka jalan.
Aspek ini menyumbang sekitar 14,35 % terhadap total kecelakaan yang dipicu oleh faktor jalan. Mirip dengan dua aspek sebelumnya, akibat tidak ada marka memicu terjadinya tiga kasus kecelakaan setiap hari.

Marka dan rambu jalan mesti menjadi perhatian serius sang penanggung jawabnya, yakni kementerian perhubungan maupun para dinas perhubungan di tingkat provinsi dan kota/kabupaten. Marka jalan punya peran sama dengan rambu untuk memandu para pengguna jalan agar melenggang dengan aman, nyaman, dan selamat.

Keempat, tidak ada lampu.
Kondisi jalan keempat yang memicu kecelakaan adalah tidak adanya lampu penerang jalan. Aspek ini berkontribusi sekitar 14,16% terhadap total kecelakaan di faktor jalan. Rerata tiap hari terjadi tiga kasus kecelakaan lantaran aspek ini.

Kondisi jalan yang gelap membuat daya serap indera mata pengendara menjadi berkurang. Praktis pengendara hanya mengandalkan lampu dari kendaraannya. Bila ditambah dengan kondisi pengendara yang mengantuk bakal lebih runyam lagi.

Kelima, pandangan terhalang.
Sumbangan aspek pandangan terhalang sebesar 11,12% terhadap total kecelakaan di faktor jalan. Aspek ini menyebabkan dua kecelakaan setiap hari.

Oh ya, pandangan terhalang bisa karena dedaunan, kendaraan, atau mata pesepeda motor yang terganggu oleh curah hujan maupun kabut. Aspek ini meruntuhkan prinsip dasar berkendara aman dan selamat, yang mencakup terlihat dan melihat.

Di faktor jalan ada lima aspek lagi, yaitu jalan rusak, licin, marka rusak, rambu rusak, dan tikungan tajam. Kelima aspek tadi juga perlu dicermati oleh kita para pengendara, terutama di tikungan tajam. Di area ini jangan main-main dengan niat mendahului kendaraan lain. Bisa repot urusannya.

Oh ya, data faktor jalan tadi saya kutip dari Korlantas Polri untuk periode enam bulan pertama tahun 2015. Semoga bermanfaat. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: