Skip to content

Sekelumit Soal Out of Control di Jalan Raya Kita

25 April 2016
Motorola RAZRV3x 85.98.90R 2009:04:07 14:09:36

Motorola
RAZRV3x
85.98.90R
2009:04:07 14:09:36

BANYAK kisah pilu lantaran pengendara lepas kendali (out of control). Bukan mustahil gara-gara lepas kendali bisa menabrak obyek lain termasuk kendaraan dari arah berlawanan. Namun, amat logis bila lepas kendali lantas terjebak dalam kecelakaan tunggal.

Fatalitas kecelakaan tunggal tidak main-main. Selain menimbulkan kerugian barang dan korban luka-luka, kecelakaan tunggal juga bisa menyebabkan korban jiwa. Sebelum lebih jauh bagaimana profil kecelakaan tunggal di Indonesia, ada baiknya jika kita menengok dulu apa saja yang bisa bikin lepas kendali.
Dalam sudut pandang saya, hal-hal yang bisa menimbulkan out of control mencakup;

1. Belum beradaptasi
2. Ngantuk
3. Lelah
4. Mabuk
5. Sakit
6. Melihat obyek lain
7. Kecepatan tinggi
8. Jalan rusak

Lepas kendali atau hilang kendali bisa diatasi bila kita menerapkan kedisiplinan tinggi saat berkendara. Prinsip dasarnya adalah setiap pengendara dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Maklum, itu modal dasar untuk senantiasa mampu berkonsentrasi ketika sedang mengemudi.

Bila sudah hilang kendali saat mengemudi, bukan mustahil tinggal selangkah lagi menuju terjadinya insiden maupun kecelakaan. Hal yang paling sering ketika lepas kendali adalah mencuatnya kecelakaan tunggal.

Nah, bagaimana profik kecelakaan tunggal di negara kita? Mari kita tengok sejenak data pihak Kepolisian RI.

Pada 2015, khususnya untuk rentang waktu paruh pertama tahun, setiap hari terjadi 17 kasus kecelakaan tunggal. Berdasarkan jenis kecelakaan, kecelakaan tunggal menyumbang sekitar 7% dari total kecelakaan. Pada periode itu, kasus kecelakaan tunggal melonjak 21% dibandingkan periode sama setahun sebelumnya.
Bagaimana di Jakarta? Ini dia.

Di Jakarta dan sekitarnya, pada 2014, kasus kecelakaan tunggal turun tipis, yakni sekitar 2,5% dibandingkan setahun sebelumnya. Pada periode itu setiap hari terjadi satu kasus kecelakaan.

Lagi-lagi, kata kunci dalam menepis terjadinya kecelakaan tunggal adalah bagaimana kita menjaga konsentasi saat mengemudi. Terlebih bagi para pengendara sepeda motor, lengah sedikit saja bisa tergelincir.

Nah, kunci utama untuk menghasilkan konsentrasi adalah senantiasa fokus dan waspada ketika berkendara. Dan, jangan lupa bahwa modal dasarnya adalah kondisi pengendara sehat jasmani dan rohani. Setuju? (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 25 April 2016 16:03

    nah…inilah efk samping kemacetan jakarta,
    banyak manusia menjadi fakir me time :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: