Skip to content

Lokasi Wisata Batam yang Patut Disinggahi

24 April 2016

batam welcome 1

BATAM memang penuh pesona. Pulau yang dikelilingi selat Singapura dan selat Malaka ini menyimpan sejuta keindahan selain digandrungi sebagai surga belanja. Bagi penyuka barang elektronik, Batam bisa menjadi salah satu destinasi berburu dengan harga kompetitif.

Ketika mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam aroma eksotisme kota yang bagian dari Kepulauan Riau itu begitu kentara. Pengembangan sarana dan prasarana penunjang seperti infrastruktur jalan terus dibenahi. Tak pelak, jalan mulus menghampar dari bandara menuju ke pusat kota.

Di sana sini juga tampak terlihat pembangunan proyek-proyek hunian. Mulai dari hunian tapak hingga hunian vertikal. Dari hunian sederhana hingga hunian mewah. Tak tanggung-tanggung, untuk membangun hunian itu para pengembang properti terpaksa membelah bukit. “Kebutuhan hunian masih cukup tinggi, karena itu industry properti di Batam masih cukup prospektif,” kata Ketua Real Estat Indonesia (REI) DPD Batam, Djaja Roeslim, saat berbincang dengan saya, di Batam, belum lama ini.

Batam yang dikembangkan sejak 44 tahun lalu itu awalnya memang lebih banyak dikenal sebagai pulau industri. Disini terdapat banyak kawasan industri yang mayoritas merupakan penanaman modal asing (PMA). “Ada industri elektronik, tekstil hingga makanan,” papar Endang, salah seorang pemandu wisata yang menemani rombongan saya, di Batam, beberapa waktu lalu.

Ketika kami melintas ke sejumlah lokasi berdirinya kawasan industry terlihat bagaimana penataan kawasan yang cukup apik. Bahkan, di lokasi tertentu terdapat trotoar yang diberi atap untuk menjaga kenyamanan para pekerja industri berjalan. Trotoar beratap itu membentang dari lokasi rumah susun pekerja hingga ke area kawasan industri. “Di lokasi ini ribuan pekerjanya adalah perempuan,” tambah dia.

Jembatan Barelang

Saat mengunjungi Batam pikiran yang melintas di benak adalah mengunjungi Jembatan Barelang. Inilah jembatan yang menghubungkan sejumlah pulau di Kabupaten Batam yakni Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru. “Totalnya ada enam jembatan. Tapi, jembatan yang terkenal adalah jembatan pertama,” kata Endang.

batam jembatan barelang

Jembatan ini pula yang menghubungkan ke Pulau Galang, yakni tempat penampungan warga Vietnam yang mengungsi ke Indonesia akibat perang sepanjang rentang tahun 1975 hingga 1996. “Kini, tempat itu dijadikan lokasi wisata. Kondisinya sepi tidak ada penghuni,” tutur Endang.

Jembatan pertama atau Jembatan Tengku Fisabilillah persisnya menghubungkan pulau Batam dengan pulau Tonton. Panjang jembatan kabel baja ini memiliki panjang 642 meter dengan dua tiang utama yang mencapai 118 meter dan 350 meter. “Mirip dengan Golden Gate yang di San Fransisco, Amerika Serikat yah,” ujarnya tersenyum.

Menikmati pemandangan jembatan pertama seakan tak ada habis-habisnya. Pemerintah daerah setempat membuatkan fasilitas bagi wisatawan untuk mengabadikan jembatan di sisi kiri jembatan. Lokasi yang diberi nama Dendang Melayu itu cukup strategis. Wisatawan dapat mengabadikan jembatan sekaligus berpose dari lokasi yang cukup lapang.

Saya sempat singgah ke Dendang Melayu. Salah satu kudapan yang favorit disini adalah jagung bakar. Hemmm…

Dan, rasanya inilah salah satu yang sayang dilewatkan ketika berkunjung ke Batam yang berpenduduk sekitar satu juta jiwa itu.

Sekadar informasi, pesona keindahan jembatan Barelang dapat direngkuh dari bagian kiri jembatan. Wisatawan dapat menikmati jembatan dengan ditemani sepoi-sepoinya angin laut serta sambil menikmati makan siang di restoran 77 Bird’s Nest. Restoran yang menyajikan aneka hidangan seafood itu persis di samping kiri jembatan dan menghadap ke arah laut. Dari restoran ini pula terlihat pulau-pulau yang ada di Batam.

Oh ya, hidangan yang tak bisa dilewatkan di restoran ini adalah makanan khas Batam, yakni Gongong. Panganan sejenis kerang ini dapat dijadikan hidangan pembuka. Untuk menyantapnya harus dibantu semacam alat dari tusukan gigi dan lebih nikmat disantap saat masih hangat. Tentu dilengkapi dengan sambal khas Batam. Pokoknya, bikin lidah bergoyang.

batam nongsa sunset

Nongsa Beach

Banyak pantai memikat di Batam. Salah satunya adalah pantai di kawasan Nongsa yang membutuhkan waktu tempuh berkisar 50-60 menit dari pusat kota Batam. Pantainya yang indah membuat mata yang memandang menjadi sejuk. Apalagi ketika senja tiba, pemandangan matahari terbenam memberi suasana romantis di tengah cuaca tropis Batam.

Bagi wisatawan yang datang dari Singapura dapat naik kapal ferry dari Tanah Merah dan berlabuh di Terminal Ferry Nongsa. Saat kami singgah ke kawasan ini bahkan tampak berjejer sejumlah yacht pribadi di bibir pantai, persisnya di dermaga Nongsa Point.

Bahkan, di areal wisata ini dibangun sebuah pusat pembuatan film berstandar internasional, yakni The Movie Town yang berdiri areal seluas 10 ha. Kawasan ini terbagi dua, yakni seluas 7 ha untuk lokasi shooting film dan 3 ha fasilitas kondominium hotel (kondotel) dan area komersial penunjangnya.
“Kelak, wisatawan maupun pemilik kondotel bisa menonton shooting film internasional di The Scene yang terletak di Movie Town,” papar Djaja Roeslim, pemilik proyek The Scene.

Di kawasan wisata seluas 400 hektare (ha) ini jangan khawatir untuk mencari lokasi penginapan. Dua di antaranya adalah penginapan berbintang dengan kelebihan masing-masing, yakni Nongsa Point Marina & Resort dan Turi Beach Resort.

Penginapan dengan layanan hotel berbintang ini juga menyediakan kolam renang dengan air biru menyegarkan. Sambil berenang di kolam, wisatawan juga bisa menikmati sunset mengingat lokasi kolam yang persis menghadap ke pantai. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 25 April 2016 23:50

    Welcome to batam di engku putri sepertinya layak jg untuk di masukkan ke dalam daftar tempat wisata di batam gan hehe meskipun nurut saya cuma wisata selfie minimal ada kenangan pernah singgah di batam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: