Skip to content

Srikandi 5: Ayo Selamatkan Perempuan Indonesia

22 April 2016

edo dan srikandi bareng1_motorexpertz

JANGAN anggap remeh peran perempuan dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas jalan (road safety). Merekalah justeru garda terdepan dalam mentransformasi nilai-nilai luhur untuk mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis. Perempuan adalah penjaga sekaligus penguat road safety di keluarga.

Nilai-nilai seperti respek terhadap orang lain, memprioritaskan keselamatan, serta mempertebal rasa sabar dapat mudah dipupuk di dalam keluarga. Tentu, semua itu mengalir lancar di dalam rumah yang harmonis. Hadirnya perempuan atau ibu yang penuh cinta kasih, pembekalan mental yang seperti itu kian kokoh. Ketika anggota keluarga turun ke jalanan untuk bermobilitas, sosok yang menghargai sesama pengguna jalan pun dapat dengan mudah terlihat.

Tentu, perempuan atau ibu juga mesti punya bekal pemahaman berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Termasuk di dalamnya, pengetahuan berkendara yang aman dan selamat serta sejumlah fitur yang melingkupinya, seperti soal aturan di jalan. Pemahaman itu bisa direngkuh dari sumber-sumber formal maupun informal. Saat ini, pengayaan pemahaman dapat dilakukan antar masyarakat, sekalipun ada juga celah dari para pemangku kepentingan keselamatan jalan.

Peran sesama anggota masyarakat untuk membekali diri dalam pengetahuan road safety itulah yang digulirkan kelompok pesepeda motor perempuan, Srikandi 5, Kamis, 21 April 2016 pagi. Lewat ajang bertajuk ‘Ayo Selamatkan Perempuan Indonesia’, Srikandi 5 berniat menularkan kesadaran berkendara yang aman dan selamat kepada sesama perempuan. “Tahun ini, kami fokus pada kegiatan keselamatan jalan,” ujar Ajisela, jurubicara Srikandi 5.

Menurut dia, kegiatan kali ini pihaknya membidik para perempuan penunggang sepeda motor diluar anggota kelompok (klub/komunitas). Srikandi 5 juga berniat merangsek kalangan ibu-ibu di pemukiman seperti kelompok PKK maupun ibu-ibu arisan.

Bagi saya, kebetulan Kamis itu didaulat selaku pembicara bersama Mira K Safri, instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), peran perempuan amat besar dalam penyebarluasan road safety. Perempuan menjadi garda terdepan di dalam rumah atau keluarga.

srikandi seminar 2016

Di sisi lain, mengutip data Ditlantas Polda Metro Jaya, dari total korban kecelakaan di Jakarta dan sekitarnya, komposisi perempuan sebesar 22% dan pria 78%. Sedangkan sebagai pelaku kecelakaan, pada periode tahun 2014 itu komposisi perempuan sekitar 7% dan pria 93%.

Hal yang patut dicermati adalah prosentase lonjakan perempuan yang menjadi pelaku kecelakaan. Data itu memperlihatkan, pada 2014, terjadi lonjakan hingga 50% perempuan yang menjadi pelaku kecelakaan.

“Kadang saya suka gugup ketika bertemu pesepeda motor yang tidak sabaran, apalagi pakai klakson nyaring,” kata Susan, salah seorang peserta.

Mira Safri menilai, para perempuan hendaknya ketika berkendara tidak mengutamakan perasaan. Namun, hendaknya berkendara dengan penuh perhitungan dan senantiasa menjaga konsentrasi. Kesemua itu dengan tujuan agar tidak terlibat kecelakaan yang dampaknya amat luas. “Apalagi, perempuan adalah urat nadi di keluarga,” paparnya. (edo rusyanto)

foto:motorexpertz dan edo rusyanto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: