Skip to content

Belajar dari Dua Bocah Pemberani di Jagat

20 April 2016

bocah hadang motor di trotoar

SAAT pertamakali mendapat kiriman foto bocah mengadang pesepeda motor melintas di trotoar, sempat terperangah. Nyaris tidak percaya. Belakangan fakta itu bak petir di tengah hari bolong.
Bocah berusia sembilan tahun itu dengan lantang menentang penjarahan trotoar yang notabene hak pedestrian. Sepeda kayuh dipalang di atas trotoar pada Jumat, 15 April 2016. Pesepeda motor pun tak bisa melintas.

Tak cukup disitu. Dalam cuplikan video yang beredar di dunia maya terlihat sang bocah dengan gagah memukul mundur sepeda motor yang ditunggangi orang dewasa. Banyak yang terkejut sekaligus takjub. Sang bocah yang tinggal di Semarang, Jawa Tengah itu pun banjir pujian.

Melihat cuplikan video dan berita yang dikutip media mainstream memperkukuh keyakinan saya bahwa tindakan sang bocah kelas IV sekolah dasar itu murni. Tindakan yang lahir dari kepolosan dan keberanian seorang anak-anak. Murni tanpa pamrih. “Kan memang motor lewat trotoar enggak boleh,” ujar Daffa, seperti dikutip media online tempo.

Di belahan bumi lainnya tampak kejadian serupa. Seorang bocah perempuan dengan lantang mengadang seorang pengendara mobil yang melanggar garis setop dan nangkring di atas zebra cross yang juga fasilitas bagi pejalan kaki. Bedanya, zebra cross adalah tempat para pedestrian menyeberang jalan.

Bocah perempuan tadi berdiri tepat di depan mobil yang ugal-ugalan alias melanggar aturan. Lewat isyarat jari tangan, bocah tadi meminta sang pengemudi memundurkan mobilnya hingga ke belakang garis setop.

Entah apa yang ada di benak sang sopir, pastinya dia pun akhirnya memundurkan kendaraannya. Setelah melihat mobil berhenti di tempat yang seharusnya, sang bocah pun melenggang menyeberang jalan. Adegan yang terekam kamera video itu saya lihat di link facebook Imam B Prasodjo, baru-baru ini.

Dua polah bocah berjarak ribuan kilometer itu seperti mengajarkan kita akan pentingnya berlalu lintas jalan yang santun. Lewat perilaku sudi berbagi ruas jalan dan taat aturan upaya mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis menjadi lebih mudah. Membangun kesadaran untuk sudi taat aturan bisa belajar dari siapa saja. Termasuk, belajarlah kepada dua bocah tadi.

Sifat anak-anak yang lugu dan jujur mengekspresikan sikap apa adanya. Tanpa tedeng aling-aling. Jika benar, dia bilang benar demikian pula sebaliknya. Para penegak hukum di jalan raya pun rasanya patut belajar bagaimana menegakkan hukum secara tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu.

Lewat penegakan hukum yang seperti itu dapat memperkecil terjadinya pelanggaran aturan di jalan raya. Sedangkan menurunnya pelanggaran diharapkan ikut menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Kita tahu, kini setiap hari 70-an jiwa melayang sia-sia akibat kecelakaan di jalan. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 26 April 2016 13:28

    Trotoar emang buat pejalan kaki, tapi kebijakannya mesti dievaluasi lagi. Karena jumlah pejalan kaki yang semakin menyusut. Kebanyakan orang menggunakan sepeda motor untuk kemana-mana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: