Skip to content

Perempuan Indonesia Itu Tangguh

19 April 2016

dagang motor ibu ibu

BANYAK fakta disekeliling kita yang memperlihatkan bagaimana perempuan Indonesia itu tangguh. Mereka berjuang dengan gigih untuk menghidupi dirinya, anak-anak, bahkan sang suami. Perempuan tadi tak pernah mengeluh.

Saya pernah menjumpai bagaimana perempuan yang berdagan sayur mayur keliling keluar masuk kampung. Keringat menetes karena mendorong gerobak yang ukurannya lebih besar dari tubuh sang perempuan tadi.

Ada lagi perempuan yang berdagang jamu. Dia berkeliling di kampung tempat kami tinggal. Dia memanggul bakul jamu yang diikat dengan kain di punggungnya. Serupiah demi rupiah dikumpulkan demi periuk nasi dan anak-anaknya yang butuh makan dan biaya sekolah.

Banyak lagi fakta, termasuk mereka yang berjuang di negeri seberang. Bekerja tanpa lelah. Menyeberangi lautan dan menjadi asisten rumah tangga di negeri orang. Walau, tak semuanya berbuah manis, mereka tetap bekerja dan bekerja, sesekali kita jumpai ada diantara mereka yang menangis.

Ya. Perempuan Indonesia itu tangguh. Ketika di rumah, saat melayani kebutuhan keluarga, perempuan sebagai ibu membesarkan anak-anak dengan penuh cinta kasih. Memberi yang terbaik untuk keluarga. Menyayangi anak-anak dan suami demi kehidupan yang lebih baik. Perempuan sebagai ibu punya kekuatan dahsyat untuk membekali keluarga untuk menjadi insan yang bertatakrama, manusia yang menghargai kehidupan bahwa kita mahluk yang beradab.

Kekuatan ibu meneruskan nilai-nilai kesantunan di dalam keluarga menjadi garda terdepan. Tentu, salah satunya membekali keluarga akan budaya berkeselamatan, dimana pun ruangnya, termasuk di jalan raya. Ajaran yang dibalut penuh cinta mudah dicerna anggota keluarga.

Lewat mereka kita berharap nilai-nilai kesantunan di jalan raya, termasuk menaati aturan yang ada, bisa lebih kuat tertanam di benak keluarga. Perilaku sudi berbagi ruas jalan, menahan emosi, dan menghargai keselamatan sesama pengguna jalan, bisa dengan gamblang ditularkan sang ibu kepada anak-anak maupun suami. Ibu yang penuh cinta kasih menanamkan kesadaran yang kuat sehingga melahirkan generasi yang bukan serobot sana, serobot sini.

Betul, disitulah ibu juga butuh memahami bagaimana berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Belajar untuk itu bisa melalui beragam medium. Tentu, mayoritas ada di ruang-ruang informal. Secara otodidak ilmu tadi bisa digali di mana-mana. Tak perlu seluruh ketrampilan berkendara dimiliki jika memang tak sempat mempelajari lebih detail. Namun, lewat prinsip-prinsip dasar seperti sudi berbagi ruas jalan dan tidak ugal-ugalan, bisa membekali keluarga ketika tumpah di jalan raya.

Ibu yang baik tak pernah mengajarkan anaknya untuk hidup ugal-ugalan, egois, dan gemar merampas hak orang lain. Kasih sayang ibu selalu mengharapkan keluarganya kembali ke rumah dengan selamat. Dia rela mempertaruhkan jiwa dan raga demi keutuhan hidup keluarga. Perempuan Indonesia itu memang tangguh. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: