Skip to content

Motor Meluber Hingga Trotoar

13 April 2016

trotoar gatsu edit

DI kota tempat saya tinggal populasi sepeda motor luar biasa. Sampai-sampai panjang jalan yang tersedia sudah tidak mampu menampung lagi. Itulah kondisi Jakarta, kota yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi bisnis Indonesia.

Saking tidak tertampungnya di jalan, banyak sepeda motor yang meluber hingga ke trotoar. Padahal, kita tahu trotoar adalah fasilitas bagi pedestrian. Di sanalah tempat para pejalan kaki bermobilitas.

Melubernya sepeda motor hingga ke trotoar jalan memang bukan semata karena perbandingan jalan dan kendaraan bermotor yang tidak sebanding. Ada lagi faktor yang cukup memegang kendali, yakni perilaku sang pengendara. Khusus soal ini sejatinya kesabaran para pengendara, khususnya pesepeda motor amat diuji oleh kondisi lalu lintas jalan yang ada.

Maksudnya begini. Ketika kesemrawutan lalu lintas jalan yang membuncah sehingga menekan emosi pengendara, senjata kita adalah rasa sabar. Itulah ujian untuk tidak mengumbar emosi sehingga kebablasan merampas hak orang lain.

Iya. Trotoar adalah hak pejalan kaki. Para pengendara kendaraan bermotor dan pedagang kaki lima tidak boleh berjualan di area itu. Itu bunyi Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta No 5 tahun 2014 tentang Transportasi.

Perda itu punya payung hukum berupa Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). UU itu dengan tegas mengatakan bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang salah satunya adalah trotoar.

Jadi, ketika rasa sabar diuji kemudian yang dipilih adalah merampas hak orang lain, rasanya kita bertindak anarkis. Perilaku rampas merampas hak mencerminkan kita tidak memiliki nurani. Kok tega-teganya saling menindas.

Ini sesungguhnya persoalan di hilir. Inilah bunga dari karut marut lalu lintas jalan di Jakarta. Kemacetan yang terjadi disana-sini, terlebih ketika jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari, buah dari kebijakan besar terkait banyak hal. Dua di antaranya adalah terkait kebijakan pembangunan transportasi publik dan industri otomotif.

trotoar rambu maaf1

Data Ditlantas Polda Metro Jaya yang membawahi Jakarta menyatakan, kini pertumbuhan kendaraan bermotor 11,26% per tahun. Sedangkan pertumbuhan insfrastruktur jalan 0,01% per tahun. Sungguh tidak sebanding.

Padahal, pergerakan orang di Jakarta yang mencapai 20,7 juta per hari, mayoritas bertumpu pada jalan. Begitu juga dengan angkutan barang perkotaan yang berksiar 90-95% tergantung pada transportasi jalan raya.

AKBP Budiyanto, kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya mengatakan, ada beberapa aspek sebagai solusi kongkret mengatasi kemacetan di Jakarta. Pertama, perlu ada regulasi yang mengatur keseimbangan antara pertumbuhan kendaraan dengan pembangunan infrastruktur. Lalu, kegiatan imbangan lainnya dari para pemangku kepentingan (stake holders) sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

Kalau soal penegakan hukum terkait rendahnya disiplin pengguna jalan yang masih rendah, dia mengaku, saat ini belum maksimal. “Sinergitas pemangku kepentingan juga belum maksimal dalam memerankan Tupoksinya,” tukas dia dalam pesan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 13 April 2016 pagi.
Kembali soal trotoar. Rasanya kita perlu meningkatkan kepedulian agar tidak menjarah hak pejalan kaki. Apalagi, sekitar 60% dari 80 kilometer trotoar yang ada dalam kondisi rusak.

Ngomong-ngomong, UU No 22/2009 tentang LLAJ menegaskan para pelanggar marka dan rambu lalu lintas bakal kena semprit. Sanksinya tidak tanggung-tanggung, bisa didenda maksimal Rp 500 ribu atau penjara maksimal dua bulan.

Jadi, pertebal sabar deh. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. vegadeth permalink
    13 April 2016 13:28

    Harusnya ibukota dipindah ke Jonggol seperti wacana presiden sebelumnya yg udh 2 periode tetep aj jd wacana. Krn kalo tetep di jakarta ibukotanya ya semakin ga nampung aj. Kalo perlu pindah ke Subang deh.

  2. vegadeth permalink
    13 April 2016 13:29

    Pindahin ibukota ke Jonggol ato Subang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: