Skip to content

Satire Soal Ibu-ibu di Bus Kopaja

10 April 2016

kopaja dan tulisan pemotor

BANYAK cara untuk mengekspresikan diri. Salah satunya adalah lewat tulisan. Tempat menulisnya pun banyak pilihan.

Pernah saya melihat angkutan umum massal bus Kopaja yang menuliskannya di bagian belakang bus. Mirip dengan para sopir yang menuliskan ungkapan perasaannya di bagian belakang truk. Isi tulisan bisa berupa banyolan atau kritikan yang tak jarang mengundang senyum.

Kali ini sebuah satire saya lihat di bagian belakang Kopaja. Bus sedang jurusan Kampung Rambutan (Jakarta Timur) – Blok M (Jakarta Selatan) itu punya hasrat berbeda. Persis di bagiab bawah belakang tertera kalimat ‘Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari ibu-ibu yang naik motor lampu sennya kiri beloknya ke kanan.’

Boleh jadi tulisan itu berupa keprihatinan atas perilaku pengendara sepeda motor, khususnya para perempuan dewasa atau yang diistilahkan dalam tulisan itu sebagai ibu-ibu. Di jalan raya sesekali kita menemui ulah pengendara seperti yang dituliskan di bus Kopaja itu. Lantaran melihat sesekali atau beberapa kali lantas digeneralisasi.

Perilaku seperti itu sebenarnya bukan monopoli satu gender. Bahkan, tidak mengenal jenis kendaraannya apa atau usianya berapa. Masih banyak kita jumpai pengendara yang tidak menyalakan lampu sen saat hendak berbelok atau berpindah arah. Atau, tidak mematikan segera lampu sennya seusai berbelok sehingga membingungkan. Bahkan, ada juga yang nyala lampu sennya berbeda dengan pergerakan kendaraannya.

Kendaraan yang berbelok tanpa memberi isyarat dapat membingungkan pengemudi yang ada di belakangnya. Bukan mustahil menimbulkan tabrak belakang atau tabrak samping. Kalau itu terjadi yang repot semua pihak. Bukan lagi pengendara yang berbelok tanpa isyarat, tapi juga pengemudi lain. Bahkan, keluarga tercinta. Hal itu mengingat kecelakaan dapat berdampak amat luas hingga ke ranah hukum.

Setiap para pengendara diwajibkan oleh Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) untuk menyalakan lampu sen saat hendak berbelok. Simak saja pasal 112, ayat (1) yang menyebutkan bahwa pengemudi kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.

Lalu, pada ayat (2) dikatakan pengemudi kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, di samping, dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat.

Bagi para pelanggar oleh UU yang sama, yakni pasal 294, digariskan tentang sanksi pidana penjara satu bulan atau denda Rp 250 ribu.

Oh ya, terkait jenis kelamin korban dan pelaku kecelakaan di kawasan Jakarta dan sekitarnya masih didominasi laki-laki. Sepanjang tiga tahun, yakni 2012-2014, dari sisi pelaku kecelakaan sebanyak 94% laki-laki dan 6% perempuan. Sedangkan dari sisi korban kecelakaan, 77% laki-laki dan 23% perempuan.

Namun, memang yang patut menjadi catatan adalah terkait fluktuasi perempuan yang menjadi pelaku kecelakaan. Pada 2014, perempuan sebagai pelaku melonjak sekitar 50%, sebaliknya laki-laki turun 8%. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 11 April 2016 20:27

    izin share artikel nya bagus (y) sangat bermanfaat ..
    Mau dapat uang Dari Google?
    Mau Pendapatan adsense $7-$9 setiap harinya?
    Atau daftar Google adsense Susah?
    kunjungi trik adsense di blog saya ..

    99% Halal 🙂
    hackingofworldnew.blogspot.com

    atau langsung daftarkan Blog Anda Ke Adsense generator
    di http://www.hot-news-world .top
    1-2 Jam langsung diterima
    Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: