Skip to content

Bertemu Motor Sipir Lalu Lintas di Jalan Jakarta

9 April 2016

dishub motor sirbo

LALU lintas jalan menjelang perempatan Kuningan, Jakarta Selatan ramai lancar. Bahkan, cenderung tersendat ketika memasuki pertemuan jalan yang terletak di salah satu pusat bisnis Jakarta tersebut. Saya terselip diantara ratusan kendaraan bermotor yang tumpah ruah siang itu.

Ketika menanti lampu pengatur lalu lintas berganti warna dari merah ke hijau, tiba-tiba muncul sebuah sepeda motor skutik berwarna putih. Pelat nomor kuda besi itu merah menyala yang menandakan bahwa kendaraan itu milik pemerintah. Sang penunggang, perempuan dengan seragam dominan biru bertuliskan dishub yang merupakan kependekan dari dinas perhubungan. Di helm sang penunggang juga tertera tulisan yang sama.

Nah, di bagian belakang sepeda motor terdapat sebuah strobo berwarna biru. Letaknya di bagian kanan belakang dengan tungkai berwarna hitam. Sedangkan di bagian kanan dan kiri bagian belakang bawah terdapat dua buah sirene berwarna putih. Tampaknya, ini adalah sepeda motor skutik operasional Dishub DKI Jakarta.

Kendaraan operasional berupa sepeda motor memungkinkan aparat dishub untuk lebih leluasa menjangkau daerah operasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa dishub adalah bagian dari jajaran Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) tertentu yang diberi wewenang khusus oleh Undang Undang (UU) untuk melakukan penyidikan. Dalam UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) ditegaskan bahwa Penyidikan tindak pidana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dilakukan oleh: a. Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan b. Penyidik Pegawai Negeri Sipil tertentu yang diberi wewenang khusus menurut Undang-Undang ini.

Dalam pemahaman saya, dishub adalah traffic warden atau secara harfiah merupakan sipir lalu lintas. Merekalah sipil yang mengawasi kondisi lalu lintas jalan. Kewenangan mereka antara lain adalah melakukan pemeriksaan atas pelanggaran persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor yang pembuktiannya memerlukan keahlian dan peralatan khusus. Lalu, melakukan pemeriksaan atas pelanggaran perizinan angkutan orang dan/atau barang dengan kendaraan bermotor umum. Selain itu, berwenang melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan.

Oh ya, pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan itu di antaranya adalah surat izin mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, atau Tanda Coba Kendaraan Bermotor. Lalu, tanda bukti lulus uji bagi kendaraan wajib uji dan izin penyelenggaraan angkutan.

Sekalipun demikian, kalau merujuk UU No 22/2009 tentang LLAJ ternyata PPNS dalam melaksanakan
pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan wajib didampingi oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sinergisitas tampaknya sudah menjadi amanat UU, semoga dalam realitasnya terwujud dengan indah. Buat apalagi kalau bukan agar lalu lintas jalan kita kian humanis. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. irwan permalink
    11 April 2016 14:14

    Nimbrung dikit ya eyang, soal tugas dan kewenangan PPNS di bidang lalu lintas dan angkutan jalan di lingkungan Dinas Perhubungan, bisa di lihat di Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor : SE 14 Tahun 2016 tanggal 29 Maret 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: