Skip to content

Hiraukan Jalan Berlubang Berujung Petaka

7 April 2016

JALAN berlubang cenderung tidak ramah bagi pengendara yang gegabah. Lihat saja apa yang dialami oleh Sarbianz, kita sapa saja demikian. Lantaran mendahului di jalan berlubang, tak semata menyebabkan nyawa melayang, tapi juga menyeretnya ke balik jeruji besi.

Sarbianz adalah pengemudi bus angkutan umum. Kecelakaan lalu lintas jalan yang dialaminya terjadi saat berniat mendahului truk. Petaka terjadi sekira pukul 03.00 dinihari. Ketika mendahului di areal yang ternyata kondisi jalannya berlubang, muncul truk dari arah berlawanan.

Ironisnya, truk dari arah berlawanan tadi menghindari lubang di kiri jalan sehingga membanting stir ke arah kanan. Posisi Sarbianz yang dalam kondisi mendahului tak dapat menghindari tabrakan. Brak!!!

Kecelakaan lalu lintas jalan itu menimbulkan sejumlah korban luka dan tiga korban jiwa. Sarbianz pun dibidik dengan pidana penjara 3,5 tahun. Setelah melewati sejumlah proses persidangan, majelis hakim menjatuhkan vonis dua bulan penjara. “Hal yang meringan adalah terdakwa mengaku terus terang perbuatannya. Lalu, terdakwa belum pernah dihukum dan terdakwa sopan di persidangan,” papar majelis hakim.

Waspadai Lubang

Kondisi jalan berlubang tak bisa dianggap remeh. Sudah banyak fakta data yang memberi pelajaran bahwa kehati-hatian saat melintas di jalan berlubang mesti dilipatgandakan. Tentu saja, jauh sebelum itu semua kewaspadaan tetap harus dijaga, terlebih manakala kita tidak mengetahui secara persis kondisi jalan yang akan dilintasi.

Mari kita longok fakta data yang dimiliki Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri). Pada semester pertama 2015, setiap hari terjadi tiga kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu oleh jalan berlubang. Sedangkan jalan berlubang merupakan kontributor kedua terbesar di dalam faktor jalan yang memicu kecelakaan. Pada periode itu, faktor jalan menyumbang sekitar 8% terhadap total kecelakaan lalu lintas jalan.

Kembali soal jalan berlubang. Kita para pengendara tak bisa meremehkan sama sekali. Bukan semata kemungkinan akan merenggut korban, tapi juga bisa menimbulkan dampak lain yang cukup luas. Salah satunya, dampak hukum seperti yang dialami Sarbianz.

Jurus jitu yang bisa senantiasa membentengi kita para pengendara adalah selalu fokus dan waspada ketika berkendara. Titik.

Berbekal fokus dan waspada, konsentrasi kita saat berkendara dapat lebih terjaga. Padahal, kita semua tahu, konsentrasi adalah harga bagi bagi setiap para pengemudi. Kecuali, bila memang ingin menggadaikan keselamatan saat berlalu lintas jalan. Semoga kita tergolong yang sudi menjaga konsentrasi dengan maksimal. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: