Skip to content

Pengalaman Pertama Pakai Modem Andromax M2Y

3 April 2016

smartfren gerai

SETELAH lebih dari dua tahun, akhirnya modem kesayangan saya ditukar dengan yang baru. Itupun lantaran ada program tukar tambah yang menggoda. Ceritanya begini.

Suatu sore saya singgah ke salah satu pusat perbelanjaan di pinggiran Jakarta. Niatnya mau isi pulsa modem internet berkapasitas 3G. Tiba-tiba sang pria penjaga kios perusahaan operator seluler itu menawari modem 4G. “Jaringannya lebih kuat dan cepat. Selain itu, bisa berfungsi WIFI untuk dipakai 32 orang bersamaan,” papar pria muda berseragam merah.

Sontak tergoda juga. Apalagi modem yang saya pakai selama ini harus dicolok ke laptop dan tidak bisa difungsikan sebagai WIFI. Tapi, saya jadi ingat bahwa pernah dikirimi pesan SMS tentang program tukar modem lama dengan tipe 4G. Malahan saya sempat diminta ikut mendaftar dan tunggu antrean di kios yang sama.

“Tapi, sekarang programnya sudah gak ada,” seloroh pria muda tadi.

Penasaran, saya pun bertanya ke perempuan muda yang duduk di meja layanan konsumen. “Bapak mau tukar modem lamanya, silakan. Bisa pak,” tutur perempuan muda seraya tersenyum manis memperlihatkan behel giginya.

Malahan, dia juga berpromosi tentang peluang menukarkan modem lama merek Smartfren saya dengan ponsel seluler generasi keempat (4G). Cukup menambah Rp 300 ribu saya sudah dapat ponsel cerdas tersebut. Saya pilih menukarkannya dengan modem Andromax M2Y. “Bapak tinggal membayar Rp 100 ribu untuk pulsa sebesar 5 gigabyte plus bonus 2 gigabyte serta bonus kuota internet malam 12 gigabyte,” ujarnya.

Saya pun membayar Rp 100 ribu. “Tapi, pengambilannya besok ya pak, cukup bawa KTP saja, ini sudah saya data,” kata dia.

Dia juga menambahkan bahwa kartu di modem saya akan ditarik dan modem memakai kartu baru. Mengingat keesokan harinya saya tidak bisa mengambil sendiri karena mau keluar kota, saya minta isteri saya mengambilkan.

Modem pun akhirnya diambil. Semua berjalan lancar. Maksudnya, modem bisa dipakai secara bersamaan oleh anak-anak saya. Mirip dengan modem bolt yang saya punya. Bolt juga sudah 4G. Bedanya, area pelayanannya tidak seluas Smartfren.

Belakangan saya baru tahu bahwa kartu lama dari modem saya ternyata tetap dipakai. Artinya, saya hanya mendapat modem 4G-nya saja. Sedangkan bonus 2 gigabyte seperti yang diceritakan diawal ternyata juga tidak hadir. “Maaf atas kekeliruan informasinya pak. Soal bonus pulsa kemungkinan programnya sudah habis,” ujar perempuan muda yang sama digerai itu, saat saya temui sepekan kemudian.

Kini, modem baru itu sudah menemani saat saya bekerja. Kecepatan layanan internetnya lebih bagus dari modem lama saya yang kini parkir di laci meja saya. “Modem yang dicolok ke laptop kan sudah jadul yah,” seloroh anak saya. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 3 April 2016 04:28

    wah keren juga! Sayangnya, di desa saya gak ada jaringan smartfren..

  2. 4 April 2016 10:31

    betul Eyang Edo, di Cikeas jaringan 4G Smartfren juga cukup bisa diandelin

    Di jalanan, tak cukup hanya Safety Riding, tambahkan 1 level lagi namanya Defensive Riding

    http://elangjalanan.net/2016/04/04/beberapa-skenario-prosedur-aman-berkendara-yang-bisa-dipraktikkan-sehari-hari-defensive-riding/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: