Skip to content

Fungsi Ekonomi Sepeda Motor di Sekitar Kita

1 April 2016

fungsi ekonomi motor

KETIKA ojek sepeda motor berbasis aplikasi online meruyak, ada sinyal kuat soal peran strategis si roda dua di tengah runyamnya transportasi kota Jakarta. Maksudnya, si kuda besi menjadi alternatif mendukung mobilitas warga kota mengingat dia mampu bergerak point to point.

Walau regulasi kita tak mengenal sepeda motor sebagai angkutan umum orang, faktanya kendaraan ini turut membantu mobilitas warga kota. Fungsi ekonomi sepeda motor dirasakan oleh sang pemilik yang mengoperasikan sebagai ojek, dan tentu saja oleh sang konsumen. Banyak kita jumpai bahwa alasan memakai ojek sepeda motor adalah untuk memangkas waktu tempuh. Tujuan pemangkasan waktu itu untuk datang tepat waktu agar tidak terlambat mengikuti pertemuan, termasuk pertemuan bisnis.

Fungsi ekonomi sepeda motor cukup beragam. Di sekitar tempat saya tinggal di kota Jakarta, sepeda motor juga banyak dimanfaatkan untuk mengangkut barang. Jangan heran jika barang yang diangkut beragam, yakni mulai dari makanan, ternak, hingga peralatan elektronik.

Di bagian lain, dengan menggunakan sepeda motor sejumlah warga yang kreatif memodifikasinya sebagai alat berjualan. Saya pernah menjumpai sepeda motor yang dimodifikasi sebagai alat berjualan bakso keliling. Sang pedagang dengan leluasa memanfaatkan sepeda motor untuk bermobilitas dari tempat tinggal menuju lokasi berjualan.

Ada juga yang memodifikasinya sepeda motornya sebagai alat penopang berjualan sayur mayur. Pedagang bisa keluar masuk perkampungan untuk menjajakan sayuran ke ibu-ibu rumah tangga yang tidak sempat berbelanja ke pasar. Motor yang dipakai berdagang sayuran itu secara tidak langsung menopang kehidupan sosial ekonomi, bahkan pemenuhan gizi masyarakat.

Bila dibagi dalam kelompok besar, fungsi ekonomi sepeda motor sebagai angkutan (barang dan orang) dan sebagai alat berdagang. Terkait angkutan barang, sejumlah bisnis jasa pengiriman barang seperti farmasi dan kurir, amat terbantu oleh kehadiran si kuda besi. Termasuk dalam kelompok ini adalah membantu para pemilik bisnis makanan siap saji.

Di tengah fungsi ekonomi sepeda motor, kita juga disodori fakta tentang ekses memilukan berupa kecelakaan lalu lintas jalan. DNA sepeda motor lebih ringkih tergelincir dibandingkan mobil yang beroda empat atau lebih. Bahkan, ada istilah, bila mobil adalah daging dibungkus besi, sepeda motor ibarat besi dibungkus daging. Maksudnya, penunggang sepeda motor lebih berisiko cedera karena berbenturan langsung dengan obyek tabrakan atau permukaan jalan ketika tergelincir.

Keterlibatan sepeda motor berkisar 60-70% di dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Maksudnya, dari segi kendaraan, jumlah sepeda motor yang terlibat kecelakaan lebih banyak dibandingkan kendaraan lain. Sedangkan dari sisi pelaku atau korban kecelakaan jumlahnya tidak ekstrim jumlah kendaraaan yang terlibat kecelakaan.

Benang merah dari ini semua adalah bagaimana para penunggang kuda besi agar lebih aman dan selamat ketika berkendara. Ketika sepeda motor dijadikan alat ekonomi penting bagi seseorang, tentu saja diharapkan jangan menjadi sebaliknya. Disinilah peran penting bagaimana pemahaman berlalulintas jalan yang aman dan selamat (road safety) dan bersepeda motor yang aman dan selamat (safety riding). Selain pemahaman, tentu saja sudi untuk mengimplementasikannya dalam keseharian.

Kita berharap, jargon waktu adalah uang tak membuat para penunggang sepeda motor menjadi khilaf pada keselamatan dirinya dan keselamatan orang lain termasuk kehidupan keluarga tercinta. Kita berharap, fungsi ekonomi berjalan, keselamatan bersama di jalan raya dapat terwujud. Setuju? (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 6 September 2017 11:04

    gilaa ayamnya bnyak skali di bwa speda

    pijat terapi kejantanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: