Skip to content

Bertemu Gerakan Santun, Senyum, dan Someah di Bandung

28 Maret 2016

IMG-20160327-WA0005

SEJUKNYA udara pegunungan di Dago Pakar, Bandung membuat belasan anak-anak muda kian bergairah berdiskusi informal. Sambil duduk melingkar dialasi tikar, perbincangan mengalir diselingi menyantap kudapan tahu gejrot.

“Hari ini kita kedatangan tamu dari Jakarta, eyang Edo Rusyanto. Kita bisa saling menggali dan bertukar pikiran soal gerakan keselamatan jalan,” papar Windu, pengurus Gerakan Bandung Disiplin (GBD), saat membuka perbincangan informal di pendopo Eco Camp, Dago Pakar, Sabtu, 26 Maret 2016 pagi.

Ini adalah kali pertama pertemuan saya dengan para pegiat keselamatan jalan GBD. Mereka merupakan sekumpulan anak-anak muda di Bandung yang peduli akan keselamatan jalan, walau GBD punya misi menyebarkan kedisiplinan di berbagai lini kehidupan masyarakat. Namun, kiprah awal mereka mengusung kedisiplinan berlalu lintas jalan yang akarnya menyoal keselamatan jalan.

Mereka yang hadir dari beragam latar belakangan. Antara lain pegiat dari Cegah Anak Naik Motor (Camot), Save The Children (STC), Koalisi Pejalan Kaki Bandung, Cleanaction, Prabu Junior, serta dari instansi terkait seperti dari dinas perhubungan dan polisi pamong praja. “Beragamnya latar belakang GBD menjadi kekuatan dalam berkiprah,” ujar Masnot, wakil koordinator GBD.

Pria muda itu berujar bahwa GBD memiliki pendekatan humanis, yakni Santun, Senyum, dan Someah. Kata terakhir adalah cuplikan dari bahasa Sunda yang bermakna ramah. Gerakan mengajak warga Bandung untuk disiplin lewat tiga aspek tadi diharapkan melahirkan simpatik sehingga berkenan di hati para warga.

“Tapi kadang saya bertindak sedikit keras kepada pelanggar lalu lintas jalan yang keras kepala,” tambah Ibrahim, salah satu relawan GBD.

Masnot mengingatkan, pentingnya untuk mengusung aksi yang menyenangkan. Maksudnya, setiap kegiatan yang dilakukan para relawan selalu membuat mereka bergairah alias tidak menjemukan. Hal itu mengingat sistem GBD yang cukup cair sebagai sebuah gerakan publik. “Namun, bisakah sebuah program terstruktur dijalankan oleh GBD dan bagaimana menjangkau banyak relawan dalam setiap gerakan?” tanya Agnes, salah seorang relawan GBD.

Tentu, kemampuan para pengurus GBD dalam mengajak calon relawan atau relawan untuk tetap senang bergerak menjadi kata kunci. Mengajak orang atau calon relawan yang berasal dari komunitas butuh seni tersendiri. Salah satunya, menjelaskan bahwa faedah dari gerakan yang akan dilakukan amat penting bagi semua kalangan, termasuk kalangan komunitas itu sendiri. Obligasi moral menjadi kata kunci selanjutnya dalam mengajak komunitas.

gbd edo eco camp 2016

Di sisi lain, saya mengajak relawan GBD juga memakai pendekatan aksi dan gerakan intelektual. Karena itu, lewat pengolahan data dan basis kajian kebijakan bisa menempatkan GBD sebagai pressure group yang notabene punya dua kekuatan. Data dan pengolahannya bisa menjadi pijakan untuk mengukur keberhasilan sebuah gerakan. Sedangkan kajian pemikiran atas kebijakan pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah kota, bisa menjadi kontribusi dalam pembuatan kebijakan yang memperkuat pencapaian lalu lintas jalan yang humanis.

“Bagaimana cara mendapatkan data yang akurat?”

Tentu, bagi saya, saat ini data utama terkait kecelakaan lalu lintas jalan masih bersumber dari ditlantas atau Korlantas Polri. Di tingkat Kota, ada satlantas. GBD bisa meminta data yang sudah dimutakhirkan, misalnya, minta data pada kuartal kedua untuk data setahun sebelumnya. Sedangkan data mengenai populasi kendaraan dan sistem transportasi tentu saja dari dinas perhubungan.

“Karena itu, kami mencoba membuat catatan-catatan dalam setiap kali aksi. Catatan itu dimatrikulasi dan dijadikan evaluasi,” sergah Windu.

GBD dapat menjadi model bagaimana kekuatan publik disinergikan dengan instansi pemerintah. Kehadiran mereka di kota berpenduduk 2,5 juta jiwa dengan segala problem kota, amat mungkin menghadapi tantangan yang tidak kecil. Tiga aspek tadi, yaitu Santun, Senyum, dan Someah menjadi modal dasar. Sedangkan kepercayaan, transparansi, dan kredibilitas menjadi kekuatan besar dalam menggerakan setiap relawan yang berhimpun di GBD. Terus bergerak!!! (edo rusyanto)

foto-foto:gerakan bandung disiplin

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: