Skip to content

Inilah Lima Pelanggaran Lalu Lintas Teratas

18 Maret 2016

operasi zebra 2014_a

TAHUN 2015, jumlah pelanggaran lalu lintas jalan yang ditindak naik 17% di kawasan Polda Metro Jaya. Wilayah hukum Polda tersebut mencakup Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang (Jadetabek).
“Rekap penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan tahun 2015 meningkat 17% dibandingkan dengan tahun 2014,” kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, dalam pesan tertulisnya, Kamis, 17 Maret 2016 malam.

Dia menambahkan, di wilayah hukumnya, pada 2015, setiap hari rata-rata ada 2.843 pelanggaran yang ditindak. Sedangkan tahun 2014 rerata 2.370 kasus per hari.

Lima pelanggaran teratas yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya mencakup;

1). Melawan arus; pelanggaran yang satu ini tercatat melonjak 41% menjadi 464 kasus per hari.

2). Surat-surat; rerata 378 kasus per hari. Kasus ini naik tipis, yakni 8% jika dibandingkan dengan tahun 2014.

3). Marka jalan; setiap hari rerata ada 322 kasus. Pelanggaran yang satu ini tercatat melonjak 47%.

4). Menaikkan dan menurunkan penumpang; tercatat ada 246 kasus per hari dengan lonjakan 38%.

5). Helm; setiap hari rerata ada 231 kasus yang ditindak. Namun, kasus ini justeru tercatat turun tipis, yakni 2% jika dibandingkan dengan tahun 2014.

“Dari segi usia, mayoritas yang melanggar adalah rentang usia 16-30 tahun, yakni 428.195 kasus pada 2015,” ujar dia.

Budiyanto menambahkan, para pelanggar lalu lintas jalan di rentang usia tersebut tercatat melonjak 21%. Sedangkan rentang usia kedua terbesar yang melakukan pelanggaran adalah usia 31-40 tahun. “Tahun lalu, ada 200.378 kasus dengan tren peningkatan 8%,” katanya.

Sementara itu, dari sisi jenis kendaraan yang paling banyak melakukan pelanggaran tercatat adalah sepeda motor. Tahun 2015, tercatat rata-rata setiap hari ada 2.110 kasus pelanggaran sepeda motor yang ditindak. “Sepeda motor terjadi trend peningkatan 19% pada 2015 menjadi 770.383 kasus,” kata Budiyanto.

Pemecahan Masalah

Menurut dia, dari hasil analisis dan evaluasi pihaknya tren peningkatan dari aspek kuantitatif dilatar belakangi oleh heterogennya permasalah lalu lintas jalan.

Pemecahan masalah terkait pelanggaran ada empat langkah. Pertama, komitmen, kepedulian, tanggung jawab, dan konsistensi semua pemangku kepentingan serta seluruh komponen masyarakat.
Kedua, kegiatan pre-emtif, preventif, dan penegakan hukum harus dimaksimalkan.

Ketiga, harus selalu digelorakan keamanan dan keselamatan lalu lintas sebagai prioritas utama para pengguna jalan.

“Keempat, membangun budaya tertib lalu lintas (proses/evolusi) didasari semangat perubahan yang positif,” katanya. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. muhandas permalink
    18 Maret 2016 13:07

    Sudah tahu dan dipahami permasalahannya jadi mulai laksanakan tunjukan kinerja mu jangan karena sebungkus nasi utk makan saing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: