Lanjut ke konten

Selamat Datang Gerakan Bandung Disiplin

14 Maret 2016

IMG-20160313-WA0066

Sekelompok anak-anak muda membuat sejarah baru di Bandung, Minggu, 13 Maret 2016 pagi. Mereka seperti menghentak kota berpenduduk 2,5 juta jiwa itu tentang pentingnya mentaati aturan di jalan raya. Lewat perilaku disiplin diharapkan lalu lintas jalan menjadi lebih humanis.

Itulah pesan tersirat yang mencuat dari aksi simpatik kelompok yang menamai diri Gerakan Bandung Disiplin (GBD) di ajang car free day Bandung, Minggu. Aksi yang juga sekaligus menandai peresmian hadirnya GBD oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil menyedot banyak perhatian publik. Bahkan, penyebaran informasi via media sosial twitter dibaca jutaan kali hanya dalam beberapa jam.
Peresmian GBD dilakukan di Taman Dago Cikapayang, Jalan Ir Juanda, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu pagi.

Mimpi adanya gerakan massif mengkampanyekan keselamatan jalan yang mengusung kearifan lokal Bandung perlahan mulai terwujud. Jauh sebelum peristiwa kemarin, saya pernah mengutarakan mimpi itu kepada sejumlah pegiat keselamatan di Bandung. Sempat hadir gerakan yang mengekor aksi serupa di Jakarta, walau akhirnya disetop oleh Jakarta.

Kini, kehadiran GBD memberi warna tersendiri untuk menggulirkan isu keselamatan jalan. Walau GBD punya misi menegakkan kedisiplinan di segala lini kehidupan warga ibukota Jawa Barat tersebut. Euforia di aksi kemarin mesti dirawat. Maksudnya, semangat dan antusiasme yang menggebu terus digelorakan sehingga gerakan tak mudah redup.
IMG-20160313-WA0067
“Kalau aturan lalu lintas tidak ditaati jangan mimpi bangsa kita jadi hebat,” kata Ridwan Kamil, seperti dilansir tribunnews.

Belajar dari sekitar, jika mengaku gerakan akar rumput, harus mampu membumi. Terbuka, termasuk tidak ringkih akan kritik. Apalagi elitis sehingga akhirnya ditinggalkan akar rumputnya.

IMG-20160313-WA0016
Kehadiran GBD menjadi oase. Setahu saya banyak pegiat akar rumput yang berkiprah disana, bahkan ada yang berasal lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mereka punya kepedulian yang tinggi akan keselamatan para pengguna jalan. Walau GBD difasilitasi pemangku kepentingan keselamatan jalan hal itu dapat ditafsirkan sebagai awal sinergi yang kuat.

Hanya lewat sinergi yang kuat lalu dilengkapi dengan kepercayaan, transparansi, dan kredibilitas yang bisa membuat GBD langgeng. Tentu tidak melupakan jati diri sebagai gerakan penekan (pressure group) bukan kelompok pemukul alias para penegak hukum. Domain penegakan hukum milik aparat.

Gerakan publik tentu berakar pada aksi simpatik bukan adu jotos. Kata kuncinya, mau terus terbuka, terus belajar, dan rendah hati. Bergerak untuk kepentingan masyarakat sekitar bukan jargon global dengan aksi hambar. “Perjuangan masih panjang, jangan patah semangat,” ujar Windu, salah satu pegiat GBD yang juga berkecimpung di Save The Children.

Selamat datang GBD. Selamat berkiprah lewat kearifan lokal sebagai basis kegiatan. Terus bergerak!!! (edo rusyanto)

foto-foto: gerakan bandung disiplin

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: