Skip to content

Belajar Meredam Emosi di Gunung Bunder

13 Maret 2016

byson di gn bunder 2016

SEBUAH pesan whats app masuk ke ponsel saya Sabtu, 12 Maret 2016 sore. Pesan dari bro Sigit mengabarkan cuaca sedang hujan deras di atas pegunungan di kawasan Gunung Bunder, Leuwiliang, Jawa Barat. Saya yang sedang menepi setelah dua jam bersepeda motor dari Jakarta pun lantas berancang-ancang. Memakai jas hujan.

Dari tempat saya menepi untuk beristirahat minum jarak menuju lokasi ‘Bikers Camp Management’ sekitar 24 kilometer (km) lagi. Jalan aspal mendekati area kawasan wisata alam itu tergolong bagus. Sesekali ada lubang dan gundukan permanen di permukaan aspal yang membuat jalan menjadi bergelombang. Saya masuk melalui Cikampak menuju Jl Salak Endah di kawasan Gunung Bunder, persisnya menuju Villa Pakis Asri.

Benar saja, hujan deras sudah menyambut ketika si roda dua tunggangan saya baru beranjak tak lebih dari 5 km dari lokasi beristirahat. Jalur yang menanjak dibarengi hujan deras dan halilintas saya lewati dengan berjalan amat santai, yakni 20-30 kilometer per jam (kpj).

“Hujannya sudah sejak jam 3 sore pak,” ujar seorang pria berseragam Perhutani di gerbang masuk Obyek Wisata Alam Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Sabtu sore.

Seusai membayar Rp 15 ribu seperti permintaan penjaga tadi saya pun melenggang. Hujan masih turun walau sudah tidak terlalu deras. “Lokasi villa yang bapak tuju sekitar 3 kilometer lagi,” kata penjaga tadi.

Eksotiknya jalan di kawasan Taman Nasional itu mulai terasa. Selain berbatu, mayoritas dari 3 kilometer jalan itu aspalnya sudah mengelupas. Jadilah yang tampak adalah bongkahan batu dan banyak genangan air bak kubangan kerbau, warnanya kecoklakatan. Praktis laju sepeda motor saya super lambat, paling banter 10 kpj. Maklum, jalan rusak, menanjak, ada kubangan, plus cuaca hujan. Rindangnya hutan pinus menemani perjalanan menuju lokasi ajang Bikers Camp Management yang dihelat oleh PT Wahana Makmur Sejati, main dealer sepeda motor Honda untuk kawasan Jakarta dan Tangerang.

edo bikers camp 2016

“Kegiatan disini bagian dari acara yang digelar serempak di seluruh Indonesia yang digelar oleh Astra Honda Motor,” kata bro Andri, perwakilan Astra Honda Motor (AHM) yang bertemu saya setiba di lokasi acara.

Meredam Emosi

Usai beristirahat dan membersihkan diri giliran saya tampil memberi materi bertajuk keselamatan jalan (road safety). Namun, kali ini saya diduetkan dengan bro Luthfi, salah satu manajemen PT Wahana Makmur Sejati.

“Saya memberi materi soal manajemen klub motor, terutama terkait dengan kaderisasi kepengurusan dan pemimpin kelompok yang menjadi panutan anggota,” papar pria muda itu.

Jadilah kami berduet dihadapan sekitar 50 peserta Bikers Camp Management Club tahun 2016. Lokasi diskusi bertempat di semacam aula Villa Pakis Asri. Udara pegunungan yang sejuk dan dinginnya hawa setelah hujan membalut diskusi kami sore itu.

“Peserta ada sekitar 40 dari berbagai klub di Jakarta dan Tangerang,” kata bro Sigit.

Bila ditambah dengan panitia, kata dia, total yang hadir sekitar 50 orang. Klub tersebut berasal dari anggota Asosiasi Honda Jakarta (AHJ) dan Asosiasi Honda Motor Tangerang (AHMT).

Bro Luthfi membuka diskusi dengan paparannya. Para peserta diajak mengenai bagaimana menjadi pemimpin klub yang baik. Maklum, pesertanya adalah perwakilan dari klub-klub kedua Asosiasi tersebut. Mayoritas adalah pentolan klub, yakni ketua dan pengurus terasnya.

bikers camp management 2016

“Menjadi pemimpin yang baik itu tidak semata pandai bicara dan berpidato, tapi juga pandai mendengar,” papar bro Luthfi.

Lewat bridging yang cerdik, bro Luthfi mengantar peserta untuk mengikuti materi yang saya paparkan. Kali ini saya mengusung tema ‘Manajemen Keselamatan Diri Saat di Jalan.’ Maklum, ajang kali ini menitikberatkan bagaimana manjerial klub sehingga saya sisipkan juga bagaimana mengelola keselamatan saat bersepeda motor di jalan.

villa pakis asri
Paparan saya buka dengan defenisi insiden dan kecelakaan. Hal itu untuk membedakan mana yang tergolong insiden, seperti near miss dengan kecelakaan. Perbedaannya, kecelakaan senantiasa menimbulkan kerugian, baik itu benda, luka, hingga korban jiwa. Sedangkan insiden, tidak menimbulkan kerugian.
Data-data korban kecelakaan, data pemicu utama, hingga bagaimana meredam emosi saat berkendara menjadi santapan para peserta selanjutnya.
“Bisakah saya diberi tips agar tidak emosi di jalan?” pinta seorang peserta.

Sontak saya sodorkan empat langkah agar bisa meredam emosi. Langkah itu mencakup berpikir posifif, memprioritaskan keselamatan, bertindak tenang, dan mendoakan hal-hal yang baik.

Langkah-langkah itu penting mengingat emosi yang tak terkendali mampu merusak konsentrasi. Pasalnya, kita tahu bahwa bersepeda motor dan tentu saja berkendara pada umumnya, butuh konsentrasi penuh. Saat ada aktifitas atau perilaku yang merusak konsentrasi pengemudi, tinggal selangkah lagi terjebak dalam kecelakaan.

Tanya jawab dan sesekali menghadirkan canda tawa membalut diskusi sore itu tak terasa hampir memakan dua jam sebelum akhirnya dituntaskan. Sementara hujan masih rintik-rintik di aula yang semi permanen tempat diskusi digelar.
Malam pun mulai bergulir. Rencana semula saya untuk pulang malam itu tertunda karena hujan kembali mengguyur. “Lagi pula ada jalan longsor di jalur pulang,” ujar bro Sigit.

Jadilah malam itu saya bermalam di Villa Pakis Asri yang cukup nyaman. “Kita sudah siapkan kamar bro Edo,” kata Sigit lagi.

Ketika pagi menjelang dan jarum jam memasuki pukul 06.00 WIB saya melenggang kembali ke Jakarta seusai menyantap satu bungkus nasi uduk dari pedagang yang menyambangi villa. Cuaca cerah dan mayoritas peserta belum tampak batang hidungnya. Mereka masih beristirahat. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 13 Maret 2016 20:27

    Jalan di gunung bunder blm diperbaiki juga ya? Sayang banget tempat bagus begitu jalannya banyak yg hancur.

Trackbacks

  1. Pejabat BerKARISMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: