Skip to content

15 Tips Bersepeda Motor Saat Hujan

8 Maret 2016

hujan dan pesepeda motor

IDEALNYA, ketika hujan deras tidak memaksakan diri untuk melaju di atas si kuda besi. Fakta data memperlihatkan bahwa hujan merupakan pemicu utama yang dominan di faktor alam.

Data Korlantas Polri tahun 2015 memperlihatkan bahwa dari keseluruhan faktor alam, hujan memicu 65% kecelakaan akibat faktor alam. Setidaknya setiap hari ada dua kasus kecelakaan yang dipicu oleh hujan.

Berteduh merupakan pilihan yang jitu ketika hujan mengguyur bumi. Namun, jika terpaksa, sekali lagi, jika terpaksa bersepeda motor, berikut ini 15 hal yang patut diperhatikan para pesepeda motor;

1. Kondisi fisik prima
Bermotor dalam kondisi fisik sakit, letih, lelah, atau seusai minum obat bakal mengganggu konsentrasi. Termasuk, mengurangi reflek dan kemampuan mengambil keputusan tepat ketika dalam kondisi kritis. Saat hujan turun, kondisi tersebut praktis bakal membuat tubuh menggigil. Jemari tangan dan kaki bisa keram, akhirnya, tidak bisa berkendara dengan baik.

2. Jangan tergesa-gesa
Para pesepeda motor ada kecenderungan memacu kendaraannya lebih cepat saat menjelang turun hujan. Berdalih agar tidak terguyur hujan atau untuk mencari tempat berteduh, ada yang memacu kendaraannya tergesa-gesa. Hal ini bisa saja memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan karena konsentrasi terganggu.

3. Memakai jas hujan
Jas hujan yang ideal sebaiknya tidak menghambat gerak tangan, kaki, kepala, hingga seluruh tubuh ketika bersepeda motor. Jas hujan yang terdiri atas bagian celana dan bagian jaket bisa menjadi pilihan. Artinya, sebisa mungkin yang membuat tubuh rileks dan tidak tembus air. Selain itu, upayakan jas hujannya memiliki unsur yang bisa berpendar ketika terkena cahaya. Konsep ini bagian dari upaya terlihat dan melihat ketika berlalu lintas jalan.

4. Memakai sepatu boot
Sepatu berbentuk boot yakni yang menutupi bagian mata kaki serta terbuat dari bahan plastik, lebih melindungi jemari kaki dari rendaman air sehingga tidak kedinginan. Jika tidak menyiapkan sepatu boot, terpenting memakai sepatu ketimbang memakai sandal jepit atau tidak memakai alas kaki sama sekali.

5. Kondisi ban prima
Ban yang ulir luarnya masih cukup bagus akan berdaya cengkeram lebih baik di permukaan aspal. Karena itu, ban yang kembangnya sudah habis atau lazim disebut sudah botak, bakal menambah licin ketika bermotor. Terkait hal itu, juga diperhatikan tekanan angin ban agar dalam kondisi cukup. Tidak kempes maupun terlalu keras.

6. Kondisi rem bagus
Bermotor dalam kondisi jalan licin tentu saja membutuhkan tingkat dan teknik pengereman yang tepat agar tidak mudah tergelincir. Setidaknya, dengan kondisi rem yang kanvasnya masih bagus atau keseluruhan fungsi rem dalam keadaan bagus, mengurangi potensi kecelakaan akibat tergelincir oleh jalan yang licin.

7. Lampu-lampu menyala
Lampu-lampu di sepeda motor agar dalam kondisi berfungsi atau menyala dengan baik. Mulai dari lampu utama, lampu rem, hingga lampu isyarat (sign). Dalam kondisi hujan, cahaya lampu utama membantu pengguna jalan lainnya untuk mengetahui kehadiran pemotor.

8. Waspada genangan air
Genangan air di jalan sulit diterka. Apakah dibawahnya ada lubang besar? Lubang kecil? Karena itu, sebisa mungkin ketika melihat genangan air yang mencurigakan ada lubang besar di bawahnya, untuk dihindari. Jika terpaksa, perlambat laju motor. Hal ini untuk menghindari pemotor terperosok dan risiko lebih fatal lainnya.

9. Hindari gundukan tanah di jalan
Timbunan tanah yang kena air hujan bisa menambah licin permukaan aspal. Karena itu, hindari melintas di atasnya atau melaju jangan terlalu cepat serta tidak melakukan pengereman mendadak. Risiko tergelincir bisa lebih besar. Kewaspadaan dan konsentrasi penuh menjadi mutlak.

10. Hindari penutup wajah
Bila memakai membuka kaca helm sehingga air hujan masuk, hindari memakai penutup wajah yang menutupi hidung. Kain basah yang menutup hidung mengganggu pernafasan.

11. Dokumen dan ponsel diamankan
Dokumen seperti SIM, STNK, atau kartu ATM dan kartu kredit yang ada didompet serta ponsel sebisa mungkin tidak terkena air hujan. Masukan dalam plastik atau bungkus yang rapat di dalam tas. Tas ransel bagi pemotor biasanya memiliki lapisan pelindung yang bisa dibeli terpisah atau menyatu di tas ransel tertentu.

12. Helm anti embun
Helm jenis ini memiliki kaca khusus yang bebas dari risiko terjadinya embun akibat nafas di dalam helm. Ada jenis helm tertentu yang kacanya juga tidak menimbulkan butiran air sehingga pandangan tetap jernih. Sifatnya tambahan semata, terpenting memakai helm yang memiliki kaca di bagian wajah sehingga muka dan mata tidak pedih terkena air hujan.

13. Berteduh yang aman
Ini dia, berteduh. Saat hujan deras jangan memaksakan diri bersepeda motor. Berteduh adalah pilihan terbaik. Namun, berteduh juga harus memilih tempat yang aman. Termasuk tidak mengganggu arus kendaraan atau pengguna jalan lain. Saat berteduh, pastikan kendaraan kita dalam kondisi terkunci.

14. Waspada di tikungan
Jaga konsentrasi dan gandakan kewaspadaan saat melintas di tikungan. Hindari mendahului di tikungan, terlebih ketika kondisi hujan.

15. Hindari mendadak ngerem
Kemampuan kerja rem akan menurun untuk mengurangi laju roda ban sepeda motor ketika permukaan jalan dalam kondisi basah. Tindakan mendadak ngerem dapat berakibat fatal. Lakukan pengereman yang tepat, seperti komposisi rem depan dominan dibandingkan rem belakang. Serta, diimbangi dengan melakukan jarak berkendara yang aman.

Ke-15 hal diatas sebagian besar atas pengalaman pribadi saya ketika memaksakan diri berkendara di tengah hujan. Bisa jadi ada hal penting lain yang mesti diperhatikan pesepeda motor ketika hujan tiba. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 9 Maret 2016 10:23

    Mantap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: