Skip to content

Minggu Depan, Polda Metro Jaya Tilang Pengebut Pakai Speed Gun

6 Maret 2016

rambu kecepatan tol lengkap2

DITLANTAS Polda Metro Jaya bakal memakai alat pengukur kecepatan (speed gun) di jalan-jalan tol di wilayah hukumnya. Kawasan hukum Polda Metro Jaya mencakup Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang (Jadetabek).

“Mulai sekarang sosialisasi sampai dengan dilaksanakan. Minggu depan sanksi teguran dan minggu depannya sanksi dengan tilang,” kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, dalam pesan tertulisnya kepada saya di Jakarta, Minggu (6/3) siang.

Dia menambahkan, Ditlantas Polda Metro Jaya akan memaksimalkan penindakan terhadap pelanggaran batas kecepatan dengan didukung penggunaan alat pengukur kecepatan, speed gun. “Tahap awal, penerapan speed gun dilakukan di jalan tol,” tegasnya.

Menurut dia, pembatasan kecepatan dan pengawasan kecepatan masih sering diabaikan. Di sisi lain, sosialisasi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas belum menyentuh pada esensi subyek manusianya secara maksimal.

Padahal, tegasnya, kecepatan merupakan unsur utama kecelakaan lalu lintas yang berpotensi fatalitas kecelakaan lalu lintas, yakni luka berat dan korban meninggal dunia.

Menurut dia, kecepatan menjadi tidak terkendali manakala tidak diimbangi dengan sejumlah aspek. Ada lima aspek, yaitu mencakup infrastruktur yang memadai. Lalu, kompetensi pengemudi, sistem-sistem pendukung jalan yang berfungsi holistik, dan kendaraan laik jalan dengan kecepatan tinggi. “Serta penegakan hukum yang proporsional dan profesional,” tutur Budiyanto.

Dia menegaskan, permasalahan tersebut harus mampu dijabarkan dan diimplementasikan oleh para pemangku kepentingan sesuai dengan tupoksi dan batas kewenangannya. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas keselamatan, menurunkan fatalitas, dan membangun budaya tertib lalu lintas.

Budiyanto menjelaskan, pihaknya akan melakukan penegakan hukum dengan menggunakan speed gun, namun melalui proses pentahapan. Tahap itu mencakup sosialisasi, penindakan dengan teguran tertulis, dan penindakan dengan tilang.

ngebut dan fatalitas

Dia mengatakan, pelanggaran terhadap batas kecepatan dikenakan pasal 287 yo psl 106 ayat (4 ) huruf a Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Sanksinya pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu,” kata Budiyanto.

Oh ya, kata Budiyanto, batas kecepatan kendaraan diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan No 111 tahun 2015 tentang Tata Cara Batas Kecepatan. Aturan itu mengatakan, di jalan tol batas kecepatan 60 km/jam sampai dengan 80 km/jam atau 60 km/jam sampai dengan 100 km/jam. Para penyelenggara tol wajib memasang rambu-rambu yang mengatur batas kecepatan tersebut.

Selain itu, di jalan perkotaan batas kecepatan maksimal 50 km/jam. Dan, jalan pemukiman sebesar 30 km/jam. (edo rusyanto)

Iklan
4 Komentar leave one →
  1. 6 Maret 2016 18:03

    Welleh …

    https://nofgipiston.wordpress.com/2016/03/06/kembali-ada-kasus-gear-stater-old-cb150r-streetfire-rompal/

  2. 6 Maret 2016 18:47

    ngerii

  3. 7 Maret 2016 09:02

    Saya pikir sosialisasinya langsung dg teguran tulisan saat aplikasi speed gun ini jalan tol. Mudah2an bukan sekedar wacana.

    • 7 Maret 2016 18:34

      semoga selaras dengan tujuan untuk memangkas fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: