Lanjut ke konten

Near Miss yang Mendebarkan

5 Maret 2016

jakarta dan lalin motor

LANGIT masih mendung saat saya meluncur dengan si kuda besi. Lalu lintas jalan ramai lancar. Kecepatan sepeda motor saya sekitar 50 kilometer per jam (kpj), sesekali menurun.

Beragam kendaraan dengan perilakunya wira-wiri. Ada yang melaju dengan kecepatan yang saya taksir melebihi 60 kpj. Ada juga yang merayap di sisi kiri jalan, namun tak sedikit yang merayap di bagian kanan jalan. Bahkan, ada juga yang zig-zag dengan kecepatan cukup tinggi. Inilah jalan raya Jakarta.

Peristiwa mendebarkan terjadi manakala saya memasuki area pertemuan jalan satu arah. Posisi saya dari kiri jalan yang juga sama-sama satu arah. Saat itu, kecepatan sekitar 50 kpj. Tiba-tiba, ini dia kejadiannya, dari arah kanan muncul pesepeda motor yang datang dari arah kanan dengan kecepatan yang saya taksir berkisar 50-60 kpj. Sepeda motor itu memotong jalur mengarah ke kiri jalan. Sontak pengereman pun saya lakukan dan hasilnya, tidak terjadi benturan, namun near miss alias nyaris terjadi kecelakaan.

Sang pesepeda motor bocah berseragam sekolah menengah pertama (SMP), celana panjang warna biru tua dan kemeja putih. Sedangkan penumpangnya, satu orang juga memakai seragam yang sama. Ironisnya, kedua penunggang roda dua itu tidak memakai helm. Saya tak kuasa membayangkan jika terjadi benturan antara kedua kuda besi itu dan apa yang terjadi selanjutnya.

Near miss secara harfiah bermakna nyaris. Dalam urusan keselamatan jalan, near miss adalah salah satu contoh sebuah insiden jalan. Sedangkan arti insiden adalah kejadian yang hampir menimbulkan kerugian.

Perbedaan dengan kecelakaan (accident) adalah bahwa kecelakaan menimbulkan kerugian, baik materi maupun non materi, termasuk korban jiwa. Secara teori accident adalah kejadian yang merupakan hasil dari serangkaian kejadian yang tidak direncanakan/ tidak diinginkan/ tak terkendalikan/ tak terduga yang dapat menimbulkan segala bentuk kerugian baik materi maupun non materi.

Melihat defenisi yang ada, maka near miss merupakan insiden yang diakibatkan oleh kecerobohan manusia. Sekali lagi, kecerobohan manusia. Di jalan raya, perilaku pengendara yang ceroboh amat mungkin menimbulkan kecelakaan. Tak semata mencelakakan sang pelaku, tapi juga orang lain. Bahkan, kecelakaan berdampak amat luas, baik dari sisi sosial, ekonomi hingga ke ranah hukum.

Nah, intinya, mari berkendara yang penuh konsentrasi. Seperti sering kita bahas, berkendara adalah pekerjaan penuh waktu. Jangan disambi yang bisa menimbulkan insiden maupun kecelakaan. Yuk mari yuk. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. underyoke permalink
    5 Maret 2016 15:49

    Aku pernah tuh… Casenya sama-sama dipotong, bedanya ini kejadian di Margonda Depok… Jalan 70an kayaknya.. Dar sebelah kiri bapak-bapak bertas anak SD memotong jalur secara frontal.. Yasudah gak bisa apa apa lagi.. Jatuh deh..

    • 5 Maret 2016 15:52

      wah, itu sudah masuk kategori accident alias kecelakaan. kuncinya, kita memang harus senantiasa ekstra waspada saat berkendara di jalan.

  2. isal permalink
    5 Maret 2016 17:57

    Saya paling sering near miss dengan ibu2 bawa metic yg nyelonong ke kiri lampu sen ke kanan atau sebaliknya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: