Skip to content

Ini Kata Jaya Suprana Soal Teknologi Tbike

3 Maret 2016

tbike launching jaya

PETAKA di jalan raya punya beragam wajah. Bila dipilah menjadi dua akan berwujud kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas. Walau, keduanya bermuara pada persoalan yang sama, yakni perampasan akan hak hidup.

Kita para pengguna jalan mesti pandai-pandai memproteksi diri. Cara untuk mampu melindungi diri diawali dengan mengenali akar pemicu persoalan. Setelah itu menerapkan solusi yang jitu dengan membangun habit. Kultur berkeselamatan jalan mencakup membangun rasa aman saat di jalan.

Langkah di atas termasuk bagi kita para pesepeda motor yang notabene termasuk kelompok yang rentan di jalan. Fakta data memperlihatkan bahwa lebih dari separuh kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor. Bahkan, kendaraan yang dirampas atau dicuri dominan adalah si roda dua. Maklum, sekitar 80% dari populasi kendaraan bermotor adalah si roda dua.

Salah satu ikhtiar penting dalam memproteksi keamanan dan keselamatan di jalan adalah dengan memanfaatkan teknologi terkini, termasuk teknologi seluler dan teknologi informasi. Alat yang mampu membuka dan mengunci sepeda motor dari jarak jauh merupakan salah satu ikhtiar utama dari sisi teknologi.

“Karena itu, kami meluncurkan aplikasi otomotif bernama T-Bike,” ujar Vice President M2M Business PT Telkomsel, Jaka Susanta, saat meluncurkan Tbike, di Jakarta, Kamis, 3 Maret 2016 siang.
Dia menjelaskan, dengan berbagai fitur utama yang ditawarkan, pihaknya yakin T-Bike dapat mengurangi jumlah pencurian dan kecelakaan sepeda motor.

Merespons paparan Jaka Susanta, pendiri Museum Rekor Indonesia (Muri) Jaya Suprana, mengaku tergelitik. Dia menilai, produk Tbike manfaatnya tidak hanya untuk urusan bisnis semata, tapi juga untuk keselamatan masyarakat di jalan raya.

“Saya melihat Tbike produk untuk keselamatan. Ini adalah produk penting,” tutur dia pada kesempatan yang sama.

Menurut Jaya Suprana, melihat inovasi itu pihaknya tak semata memberi pengakuan rekor level Indonesia. “Kami menganggap kehadiran Tbike adalah rekor dunia,” ujarnya yang saat menyerahkan sertifikat Muri dalam kondisi memakai kursi roda.

Pada kesempatan yang sama, Tbike juga menggaet dua sertifikat lainnya, yakni dari Motorplus dan Forum Wartawan Otomotif (Forwot).

tbike features

Sementara itu, Jaka Susanta menjelaskan, didukung oleh sistem GPS yang canggih, T-Bike memiliki fitur utama berupa pelacakan dan pengelolaan armada secara real time (tracking & fleet management). Lalu,  kunci dan buka kunci kendaraan dari jarak jauh, pelaporan detail perjalanan, pembatasan wilayah operasional (geofencing), dan pembatasan kecepatan (speed limit).  

Selain itu, katanya, instalasi T-bike pada kendaraan bisa dilakukan dengan cepat dan mudah karena dengan Plug & Go Device, tidak perlu lagi dilakukan pemotongan kabel selain juga tidak akan menguras baterai kendaaran. Tbike terdiri atas aplikasi bagi pengendara (rider) dan pemantau (parent) yang terintegrasi. “Serta dapat digunakan pada sistem operasi Android maupun iOS,” katanya. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: