Skip to content

Pengojek Ini Tidak Mau Melawan Arus

2 Maret 2016

ojek online jakarta 2016

KAMI melenggang diantara padatnya arus kendaraan bermotor di Jakarta, Rabu, 2 Maret 2016 siang. Saya selaku penumpang ojek aplikasi memandu sang pengojek yang mengaku belum hafal persis rute yang akan dilintasi.

Belum lagi mencapai tiga kilometer dari lokasi penjemputan, hujan datang mengguyur kami. Sang pengojek menepikan kendaraan dan memberi kesempatan saya untuk memakai jas hujan. Sedangkan dia tinggal melengkapi jas hujan bagian atas, mengingat celana jas hujan sudah dia pakai sedari awal.

“Tadi pagi saya sudah kena hujan, jadi daripada repot ganti lagi celana jasnya tetap saya pakai karena hari masih mendung,” ujar pria berusia 54 tahun itu.

Kami melaju dari pinggiran kota Jakarta menuju tengah kota. Sejumlah titik kemacetan kami lalui. Nyaris selama dalam perjalanan kami berbincang. Salah satu topik kami adalah soal pentingnya keselamatan jalan (road safety) saat bersepeda motor di jalan. “Kami diajarkan praktik safety riding pak. Selain tes tertulis seperti soal rambu, kami diajarin cara mengerem, keseimbangan, dan zig zag angka delapan,” seloroh pria beranak tiga itu.

Dia mengaku urusan keselamatan jalan lebih utama ketimbang mengejar pendapatan. Salah satunya, tambah dia, saat mendahului kendaraan kehati-hatian menjadi pegangan utama. Maksudnya, jika peluang mendahului dirasa kurang, dia tidak memaksakan diri.

“Kadang-kadang kendaraan dari arah depan kita nggak ngasih jalan,” papar pria yang mengaku berpenghasilan Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu per hari tersebut.

Pada bagian lain dia bercerita, urusan keselamatan tidak bisa dibandingkan dengan uang. Dia berprinsip, jangan demi penghematan lantas justeru malah buang-buang uang. Biaya pengobatan jika terkena kecelakaan lalu lintas jalan bakal lebih besar ketimbang mengejar pendapatan. Misal, dia tidak mau demi mengejar pendapatan lantas harus ngebut atau memporsir tubuh sehingga badan menjadi sakit. Gara-gara tidak berkonsentrasi bisa memicu terjadinya kecelakaan.

“Termasuk saya tidak mau melawan arus untuk mencari jalan pintas hanya demi lebih cepat mencapai tujuan konsumen,” ujar pria yang pernah menjadi kepala produksi di pabrik garmen itu.

Setuju pak, terus pegang prinsip keselamatan sebagai prioritas. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 2 Maret 2016 21:52

    Joss, akhirnya rekan-rekan ojek online bisa mengaplikasikan pembekalan defensive riding yang sudah diberikan.

    Semoga istiqomah selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: