Skip to content

Waspada Sejumlah Jalan Rusak di Jakarta

21 Februari 2016

HUJAN yang bertubi-tubi mengguyur Jakarta menghasilkan sejumlah jalan rusak disana-sini. Februari 2016 ini menjadi cerita tersendiri yang mesti diwaspadai para pengguna jalan, khususnya para penunggang kuda besi.

Kerusakan yang terjadi cukup beragam. Di sejumlah titik terjadi pengelupasan aspal yang membuat jalan jadi bergelombang. Di sekitar gelombang jalan itu bertebaran kerikil yang bisa membuat sepeda motor bergoyang.

Pemandangan seperti itu bisa dilihat di Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, persisnya sebelum fly over Pancoran dari arah Semanggi. Contoh lain adalah di Jalan dekat kompleks Binamarga, Cipayung, Jakarta Timur.

Selain aspal mengelupas, juga terlihat sejumlah jalan yang berlobang. Contohnya, kata Kasubdit Bin Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, di depan RS Port Medical Center Jl. Enggano arah Ancol Jakarta Utara. "Kondisi itu bisa erakibat pada terganggunya sirkulasi arus lalu lintas, bahkan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas," kata dia, dalam pesan tertulis, baru-baru ini.

Sejumlah jalan rusak lainnya, kata dia,
berupa genangan air di depan SPBI Shell Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara. Masih di jalan yang sama, kerusakan terlihat di dekat Halte Transjakarta Permai Koja. Sekain itu, di depan toko Sinar Mas.

Sanksi Pidana

Untuk urusan jalan rusak yang menimbulkan kecelakaan ternyata bisa menyeret penanggung jawab jalan ke dalam sanksi pidana.

Ketentuan pidana, kata Budiyanto, ddiatur dalam pasal 273 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal itu menyatakan bahwa setiap penyelenggara jalan yang tidakk segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dapat dipidana penjara/kurungan atau pidana denda.

Bila mengakibatkan luka ringan dipidana penjara 6 bulan atau pidana denda paling banyak Rp.12 juta.

Lalu, bila mengakibatkan luka berat,dipidana penjara 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Bahkan, bila mengakibatkan korban meninggal dunia dipidana penjara 5 tahun atau denda Rp 120 juta rupiah.

"Tidak memberi tanda atau rambu-rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiiki, dipidana 6 bulan atau denda Rp 1,5 juta," tegas Budiyanto.

Dia mengatakan, solusi terbaik adalah kepedulian dan tanggung jawab instasi yang berwenang dalam merespons dan mengimplementasikan tupoksinya masing-masing sesuai peraturan perundangan.

Nah, ayo pak diimplementasikan. Jangan menunggu korban berjatuhan. (edo rusyanto)

Foto @ntmcpolri

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: