Skip to content

Pengalaman Parkir di Pinggir Kali Menara Perkantoran Elit

17 Februari 2016

parkir kali telkomsel1

BANGUNAN perkantoran itu masih terus berbenah. Sekalipun belum rampung seutuhnya, sebagian besar ruang perkantoran mulai diisi oleh para karyawan yang bekerja. Itulah suasana Telkom Landmark Tower, di Jakarta Selatan, awal Februari 2016.

Gedung milik operator telekomunikasi terbesar di Indonesia tersebut bakal menjadi salah satu gedung perkantoran yang cukup canggih. Bahkan, ruang kerja karyawan seperti yang dipakai Telkomsel, tergolong cukup modern. Semua ditata dengan apik dan diharapkan membuat suasana kerja karyawan menjadi lebih bergairah.

Nah, bagi para pesepeda motor yang bertamu ke Telkom Landmark Tower disodori dua pilihan tempat parkir. Maksudnya, ada pilihan parkir di dalam gedung dan ada pilihan parkir di sisi kali yang terletak di luar gedung. Keduanya punya karakteristik masing-masing.

Khusus untuk parkir di pinggir kali, saya pernah coba beberapa kali. Cukup menantang, terutama ketika usai diguyur hujan. Dari areal parkir ini kita dapat melihat kokohnya gedung perkantoran yang ditaksir menghabiskan investasi sedikitnya Rp 1,4 triliun itu. Maklum, kelak ada dua menara perkantoran yang masing-masing berketinggian 20 lantai dan 48 lantai.

Balik lagi soal parkir sepeda motor. Jam operasional parkir di pinggir kali itu hanya hingga pukul 20.00 WIB. Artinya, kalau ada tamu yang parkir lebih dari jam itu harus melakukan koordinasi dengan sang pengelola.

Di sisi lain, fasilitas parkir sepeda motor di pinggir kali ini boleh dibilang cukup. Maksudnya, selain menggunakan sistem karcis, di area ini juga tersedia fasilitas tempat penitipan helm dan jaket milik pesepeda motor. Tarifnya pun tergolong tidak mencekik. Saya pernah coba, lebih dari dua jam hanya merogoh kocek Rp 2.000. “Tempat parkir kami bisa menampung sampai dengan 500 motor,” ujar seorang pria dewasa yang menjaga area parkir di bawah pohon ridang itu.

Hal yang menjadi catatan adalah soal helm. Bagi pesepeda motor yang memakai helm dengan harga tinggi, sebaiknya dititipkan saja. Ada papan peringatan bertuliskan warna merah yang mencolok mata untuk mengingatkan para pesepeda motor. ‘Awas sering terjadi kehilangan helm. Harap helm disimpan dengan baik/dikunci.’

Pengumuman itu ditempatkan di beberapa titik parkir di pinggir kali tersebut. Barangkali untuk mengingatkan para pesepeda motor agar lebih waspada. Dan, tentu saja para pesepeda motor diharapkan ekstra waspada ketika memarkir si kuda besi, terutama yang persis lokasinya di bibir kali. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. andra permalink
    17 Februari 2016 15:46

    Telkom Landmark Tower di mana itu pak? Baru ya?

  2. 17 Februari 2016 20:12

    itu kalo kedorong atau sengaja didorong kedepan…udah…
    Ngayut dah itu ya…….
    Heehehehe

    Ga dikasih atap pula

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: