Skip to content

Waspada, Pesepeda Motor Lebih Rawan Menjadi Korban

10 Februari 2016

transjakarta laka mampang 2015

FAKTA memperlihatkan bahwa pesepeda motor rawan menjadi korban kecelakaan. Paling gres adalah ketika pasangan suami isteri Zulkahfi diseruduk mobil Fortuner di Jakarta. Pasangan suami isteri itu meninggal dunia dan sopir mobil ditetapkan sebagai tersangka.

Banyak contoh lain bagaimana pesepeda motor menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan. Artinya, sang pesepeda motor ditabrak oleh kendaraan lain, misalnya mobil pribadi, angkutan umum, atau angkutan barang.

Masih di Jakarta, contoh yang cukup tragis juga adalah ketika satu keluarga diseruduk angkutan umum Kopaja di bilangan Mampang, Jakarta Selatan. Pasangan suami isteri tewas akibat diseruduk bus mini itu, sedangkan sang anak menderita luka-luka.

Begitu juga ketika mobil boks angkutan barang menyeruduk beberapa pesepeda motor di kalangan Ciledug. Mobil boks merenggut beberapa korban jiwa di pagi menjelang Idul Adha. Baik sopir Kopaja dan mobil boks akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Tiga petaka jalan raya itu memperlihatkan bahwa kita para pesepeda motor tak boleh lengah, apalagi ugal-ugalan. Melipatgandakan kewaspadaan menjadi mutlak di tengah demikian kejamnya sang jagal jalan raya. Kita semua tahu bahwa setiap hari rerata 70-an jiwa tewas akibat kecelakaan di jalan.
Fakta data yang dilansir Korlantas Polri memperlihatkan bahwa dari 250-an kasus kecelakaan per hari, sepeda motor yang terlibat mencapai sekitar 73% dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan. Sekali lagi, data itu menunjukan kendaraan yang terlibat kecelakaan. Bukan merujuk pada jumlah korban yang ditimbulkan oleh kecelakaan.

Secara alamiah, sepeda motor lebih ringkih untuk terjerembab. Maksudnya, mengingat sepeda motor yang beroda dua cenderung lebih mudah tergelincir atau terjatuh. Keseimbangan kendaraan amat berbeda dengan kendaraan roda empat atau lebih. Lalu, pesepeda motor berisiko lebih fatal karena pengendara akan berbenturan langsung dengan obyek lain ketika terjebak dalam kecelakaan. Berbeda dengan pengendara mobil yang dilindungi oleh besi.

Kira-kira begini, sepeda motor adalah besi dibungkus daging, sedangkan mobil adalah daging dibungkus besi. Jelas, pesepeda motor lebih ringkih. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: